FAJAR, MAKASSAR– Pria berusia 60 Subu Dg Nai yang diduga tenggelam di Sungai Je’nemadinging, Kabupaten Gowa akhirnya ditemukan. Pria lanjut usia tersebut ditemukan dalam kondisi sudah tewas.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan dalam keterangannya, Jumat 9 Januari 2026 menuturkan korban ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia.
Jasad korban ditemukan di hilir kurang lebih 5 kilometer dari sungai jembatan Tamalanrea Permai, pada sekitar pukul 09.56 Wita Jumat 9 Januari 2026. Saat ini, korban sudah dievakuasi ke rumah duka.
Sekadar diketahui, Subu dg Nai dilaporkan hilang di Sungai Je’nemadinging, Kecamatan Pattallassang, Gowa pada pukul 17.00 Wita, Rabu 7 Januari 2026. Korban awalnya ke sungai untuk melihat jaring ikannya namun hingga petang korban tak kunjung pulang ke rumah.
Korban izin pamit pergi ke sungai untuk melihat jaring ikannya, dia pamit sama keluarga sekitar jam 17.00 mengendarai motor Repsol berwarna oranye, memakai baju coklat dan memakai topi berwarna merah hitam tetapi sekitar jam 18.00 korban tidak pulang.
Keluarga korban sempat melakukan pencarian di sekitar sungai tersebut. Namun hanya menemukan motor korban di dekat rumah warga.
Diduga korban menyeberang sungai menggunakan perahu berwarna biru sebelum akhirnya dinyatakan hilang.
Sebelumnya, Kamis 8 Januari 2026, puluhan personel gabungan dari berbagai unsur SAR dikerahkan untuk menyisir lokasi kejadian hingga aliran Sungai Tallo.
Pencarian melibatkan kekuatan besar dari lintas instansi. Sedikitnya 80 personel gabungan diturunkan ke lapangan, terdiri atas BPBD Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, Damkar Makassar dan Gowa, Basarnas, Polri, TNI, serta sejumlah relawan SAR dari berbagai komunitas dan perguruan tinggi.
Operasi dilakukan dengan metode penyisiran permukaan menggunakan perahu karet dan peralatan SAR, mengingat kondisi arus sungai yang deras dan debit air yang meningkat.
Kepala BPBD Kota Makassar, M Fadli, mengatakan pencarian dilakukan secara maksimal dengan mengutamakan keselamatan petugas di lapangan,
“Kami menurunkan sekitar 80 personel gabungan dari berbagai unsur. Fokus pencarian masih penyisiran permukaan karena kondisi arus deras dan debit air naik, sehingga penyelaman belum memungkinkan,” katanya.
Ia menjelaskan, pencarian telah dilakukan sejak malam hari dan dilanjutkan kembali pada pagi hingga siang hari dengan melibatkan armada perahu karet, mobil rescue, serta dukungan logistik dan komunikasi. (*)





