Penulis: Muhammad Aswan
TVRINews, Sulawesi Tenggara
Dinas Koperasi dan UMKM Sulawesi Tenggara mencatat, sebanyak 489 Koperasi Merah Putih (KMP) telah rampung dibangun dari total 502 KMP yang dibiayai pemerintah pusat sepanjang tahun 2025.
Koperasi ini tersebar di 17 kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara. Setiap bangunan memiliki ukuran 30 x 20 meter di atas lahan seluas 1.000 meter persegi. Di dalamnya tersedia delapan fasilitas utama, antara lain gerai sembako, unit simpan pinjam, klinik, apotek, cold storage, gudang logistik, kantor koperasi, serta gerai usaha lain yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sultra, La Ode Muhamad Shalihin, menjelaskan pembangunan fisik koperasi dikerjakan oleh salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan Kodim di masing-masing daerah di Sulawesi Tenggara.
"Dari total 2.285 koperasi yang telah terbentuk, capaian pembangunan fisik baru mencapai 39 persen dan akan terus dilanjutkan pada 2026," ucapnya.
Selain pembangunan fisik, Pemprov Sultra juga akan membentuk tim verifikasi dan validasi pembangunan KMP sesuai dengan surat edaran Kementerian Dalam Negeri. Tim ini bertugas memastikan kesiapan gedung, gerai, dan kelengkapan koperasi sebelum beroperasi penuh pada 2026.
Dalam tahap operasional, terdapat tiga indikator utama yang menjadi perhatian, yakni ketersediaan gerai, perekrutan anggota, dan jalannya kegiatan usaha. Dengan keberadaan Koperasi Merah Putih, masyarakat diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, mengakses pembiayaan usaha secara legal, serta memasarkan hasil pertanian, perikanan, dan produk UMKM melalui koperasi.
Editor: Redaktur TVRINews



