Danantara Indonesia menyerahkan 600 unit Rumah Hunian Danantara (Huntara) kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.
Langkah ini dilakukan Danantara untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana di wilayah terdampak.
Kegiatan serah terima dilakukan oleh Managing Director Stakeholder Management Danantara Rohan Hafas dengan Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Armia Pahmi pada Kamis (8/1).
"Danantara memastikan pembangunan Huntara ini dilakukan agar masyarakat yang terdampak bencana mendapat hunian yang layak dan aman," tulis keterangan Danantara yang diterima kumparan, Jumat (9/1).
Terlebih Huntara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat, dengan struktur yang aman, akses air bersih, sanitasi yang memadai, serta dukungan listrik dan layanan kesehatan.
Selain itu, Huntara juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti klinik, taman bermain, serta akses internet dan listrik tanpa biaya.
Huntara telah dibangun dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak, melalui pengelolaan, penetapan penerima manfaat, juga proses distribusi dan penempatan hunian oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.
Nantinya Danantara akan melanjutkan pembangunan Huntara secara bertahap dengan target hingga 15.000 unit dalam beberapa bulan ke depan. Tujuannya agar memastikan ketersediaan hunian layak sementara bagi keluarga terdampak.
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) melaporkan progres pembangunan hunian sementara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh sudah mencapai 75 persen. Nantinya, huntara di Aceh Tamiang ditarget rampung pada 10 Januari mendatang.
Adapun pembangunan Huntara yang dibangun di Gampong Bundar, Aceh Tamiang tersebut direncanakan terdiri atas 7 blok bangunan modular. Adapun 1 blok huntara memiliki kapasitas untuk 12 kepala keluarga (KK) atau 48 orang.
“Kami berkomitmen untuk men-support penuh BNPB. Huntara ini dibangun agar masyarakat terdampak dapat segera tinggal di tempat yang lebih layak, aman, dan bermartabat. Selain hunian, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan sarana air bersih dan sanitasi,” kata Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dalam keterangan tertulis, Selasa (16/1).




