Usai Kampung Haji, Danantara Bakal Jajaki Peluang Investasi di WEF Davos 2026

idxchannel.com
15 jam lalu
Cover Berita

Forum WEF menjadi momentum penting bagi Danantara untuk mengakselerasi rencana ekspansi investasi di tingkat global.

Usai Kampung Haji, Danantara Bakal Jajaki Peluang Investasi di WEF Davos 2026. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bakal memperluas portofolio investasi ke luar negeri melalui partisipasi dalam World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 yang akan digelar di Davos, Swiss, 19–23 Januari 2026.

Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia, Mohamad Al-Arief, mengatakan saat ini pihaknya telah mengantongi sejumlah kandidat investasi potensial yang masuk dalam daftar penjajakan maupun pipeline investasi. Namun, dia belum merinci negara tujuan investasi berikutnya setelah proyek pembangunan kampung haji di Arab Saudi.

Baca Juga:
SOFA Bentuk Konsorsium Ikuti Tender Waste-to-Energy Danantara

"Untuk outbound investment tentu ada tahapannya. Ada yang masih dalam tahap eksplorasi, ada yang sudah masuk pipeline tapi masih dalam proses negosiasi, sehingga belum bisa kita umumkan," ujar Al-Arief dalam media briefing di Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Menurutnya, forum WEF menjadi momentum penting bagi Danantara untuk mengakselerasi rencana ekspansi investasi di tingkat global, khususnya dengan memanfaatkan pertemuan strategis dengan berbagai mitra internasional.

Baca Juga:
PTPP dan Danantara Bangun 600 Unit Hunian Sementara di Aceh Tamiang

"Ini kesempatan untuk meng-advance-kan hal-hal yang sudah di-pipeline. Tentu akan ada beberapa pihak yang hadir di sana dan kita akan melakukan pertemuan bilateral, tapi belum sampai tahap pengumuman," kata dia.

Baca Juga:
Danantara Serahkan 516,02 Juta Saham Seri B TLKM ke BP BUMN

Selain mempercepat realisasi proyek yang telah masuk antrean, Danantara juga akan memanfaatkan forum tersebut untuk membuka peluang baru melalui penjajakan awal terhadap potensi kerja sama investasi.

"WEF juga jadi kesempatan untuk mengembangkan yang masih exploratory, karena akan ada beberapa pertemuan bilateral yang strategis. Jadi pendekatannya memang kombinasi antara memperkuat pipeline dan membuka peluang baru," kata dia.

Meski demikian, Al-Arief menegaskan bahwa setiap keputusan investasi ke luar negeri tetap akan mempertimbangkan keterkaitan langsung dengan kepentingan nasional serta nilai strategis bagi perekonomian Indonesia.

“Yang paling penting dalam outbound investment adalah linkage-nya dan nilai strategisnya terhadap kepentingan nasional kita. Jadi bukan sekadar ekspansi, tapi harus memberi dampak balik bagi Indonesia,” tuturnya.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Penasihat Kapolri Tanggapi Pelapor Pandji Pragiwaksono Tidak Diakui Kelompok Besar NU-Muhammadiyah
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Anak Buah Trump Tembak 2 Warga di Portland, AS Makin Kacau
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Menaker: Lulusan BLK Bisa Ikuti Program Perluasan Kesempatan Kerja
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Insanul Fahmi Siap Bersujud Demi Damai dengan Wardatina Mawa: Aku Bakal Gentleman
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
PP Muhammadiyah Bantah Ikut Terlibat Laporkan Pandji ke Polda Metro
• 18 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.