5.225 Orang Setor Minyak Jelantah untuk Avtur Pertamina, Terkumpul 154.408 Liter

kumparan.com
19 jam lalu
Cover Berita

PT Pertamina Patra Niaga mencatat ada 154.408 liter minyak jelantah yang terkumpul sepanjang 2025 melalui Program Movement Ramah Lingkungan. Program tersebut merupakan bagian dari pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau avtur ramah lingkungan.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, mengatakan ratusan ribu liter minyak jelantah itu dihimpun dari 5.225 masyarakat yang berpartisipasi dalam setahun belakangan.

“Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku SAF merupakan langkah konkret dalam mendukung transisi energi sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat. Ini membuktikan bahwa upaya pengurangan emisi dapat dimulai dari aktivitas sehari-hari,” ujar Mars Ega dalam keterangannya, Jumat (9/1).

Sepanjang 2025, pengumpulan minyak jelantah dilakukan di 36 titik pengumpulan yang tersebar di SPBU dan lembaga penyalur Pertamina. Inisiatif ini sejalan dengan pengembangan Pertamina SAF yang pada 2025 telah memperoleh sertifikasi internasional ISCC CORSIA untuk fasilitas Aviation Fuel Terminal (AFT) di tiga bandara utama, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Ngurah Rai, dan Halim Perdanakusuma. Sertifikasi tersebut menegaskan komitmen Pertamina dalam mendukung industri penerbangan yang lebih rendah emisi.

Selain mendorong transisi energi, sepanjang 2025, Pertamina Patra Niaga menjalankan penugasan negara dengan menjaga realisasi penyaluran BBM subsidi tetap sesuai dengan kuota dan ketentuan pemerintah. Realisasi penyaluran BBM Subsidi Solar mencapai 98,7 persen, minyak tanah tercatat 97,6 persen, sementara Pertalite terealisasi sebesar 90,1 persen dari kuota nasional. Tingkat realisasi ini mencerminkan efektivitas pengelolaan subsidi sekaligus upaya menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat.

Di luar penugasan subsidi, Pertamina Patra Niaga juga memastikan layanan BBM non-subsidi berjalan optimal, termasuk pemenuhan kebutuhan energi untuk SPBU swasta sebagai bagian dari penguatan ekosistem distribusi energi nasional.

Konsumsi BBM nonsubsidi, menunjukkan tren pertumbuhan positif. Jika dibandingkan realisasi konsumsi tahun 2024, realisasi konsumsi Pertamax naik 20 persen, Pertamax Turbo naik 75 persen, Dexlite naik 11 persen dan Pertamina Dex naik 36 persen.

Bahkan pada 2025, konsumsi BBM Non-Subsidi khususnya BBM ramah lingkungan, Pertamax Green 95 naik hingga 117 persen didukung dengan perluasan jaringan outlet Pertamax Green 95 yang bertambah hingga 71 outlet, sehingga total outlet Pertamax Green 95 saat ini sebanyak 177 SPBU, seiring meningkatnya permintaan konsumen dan perluasan titik layanan di berbagai wilayah strategis.

“Sepanjang 2025, Pertamina Patra Niaga berupaya memastikan energi hadir secara merata dari Sabang sampai Merauke serta berkelanjutan. Kinerja distribusi BBM dan LPG yang terjaga, penguatan infrastruktur, serta pengembangan energi ramah lingkungan menjadi fondasi utama kami untuk melangkah ke tahun 2026,” ujar Mars Ega.

Pada sektor LPG, penyaluran LPG subsidi 3 kilogram sepanjang 2025 terealisasi sebesar 99,77 persen dari kuota nasional. Capaian ini diperkuat oleh implementasi program One Village One Outlet, di mana lebih dari 62.600 kelurahan dan desa di provinsi yang telah menerapkan kebijakan konversi LPG 3 kilogram telah terlayani oleh pangkalan resmi. Sementara itu, distribusi LPG non-subsidi untuk sektor rumah tangga sepanjang 2025 tercatat mengalami peningkatan, Bright Gas 5,5 kg naik 13 persen dan Bright Gas 12 kg naik 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan, Pertamina Patra Niaga mendukung program Koperasi Desa Merah Putih melalui dukungan outlet LPG dan SPBUN yag dikelola oleh Koperasi Nelayan. Hingga 31 Desember 2025, sebanyak 210 outlet KDKMP LPG/Mitan telah beroperasi, sementara 1.575 outlet lainnya telah siap operasional. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses energi produktif bagi komunitas dan pelaku usaha di berbagai daerah hingga ke level desa.

Untuk menjaga keandalan pasokan, Pertamina Patra Niaga mengaktifkan Satgas RAFI dan Satgas NATARU. Melalui kesiapsiagaan operasional dan layanan Pertamina Siaga, perusahaan memastikan distribusi BBM, LPG, dan Avtur tetap aman selama momen strategis seperti Idulfitri serta Natal dan Tahun Baru, termasuk melalui pemberian skema harga khusus Avtur guna mendukung kelancaran transportasi dan pariwisata nasional serta memberikan layanan ekstra kepada masyarakat melalui Serambi MyPertamina dan layanan siaga.

Dari sisi infrastruktur, Pertamina Patra Niaga memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan fasilitas strategis sepanjang 2025, antara lain Terminal LPG Bima di Nusa Tenggara Barat, revitalisasi Terminal LPG Arun di Aceh, serta Fuel Terminal Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur. Kehadiran fasilitas ini memperkuat keandalan pasokan energi, khususnya di wilayah Indonesia timur dan kawasan strategis nasional.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Luluk PKB: Penetapan Tersangka Gus Yaqut Harus jadi Momentum Reformasi Total Tata Kelola Haji
• 18 jam lalusuara.com
thumb
Persib Vs Persija, Polisi Imbau Jakmania Tak Datang ke GBLA
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Alasan Warga Zamrud Bekasi Ingin Dibuatkan Gapura Senilai Rp1 M dari APBD
• 4 jam laluidntimes.com
thumb
Orangtua Siswa Sekolah Rakyat di NTT Bersyukur Akses Pendidikan Terjamin
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pelajaran penting dari swasembada beras 2025
• 3 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.