Jakarta: Dinas Bina Marga Provinsi Jakarta tengah berkoordinasi dengan dua perusahaan yang menggarap tiang monorel atau kereta api satu rel mangkrak sejak 2007 di Jalan HR Rasuna Said hingga Jalan Asia Afrika. Perusahaan tersebut adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dan PT Jakarta Monorail (PT JM).
“Masih kami koordinasikan ya, nanti saya kabari kembali,” Kapusdatin Dinas Bina Marga Jakarta Dinar Wenny, dikutip pesan tertulis kepada Metrotvnews.com, Jumat, 9 Januari 2026.
Meski demikian, Dinar enggan menjabarkan lebih jauh apa saja yang sudah dibahas dengan kedua perusahaan tersebut. Pihak Bina Marga juga menegaskan bahwa pembongkaran tiang monorel tersebut akan dilakukan pada pekan ketika Januari 2026.
“Insya Allah pekan ketiga Januari 2026,” tulis Dinar.
Baca Juga :
DKI Anggarkan Rp100 Miliar dari APBD untuk Bongkar Tiang Monorel Mangkrak“Anggaran pembongkaran ini jadi satu dengan penataan jalan dan trotoarnya. Totalnya semua sekitar Rp100 miliar,” ujar Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo di Balai Kota Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 7 Januari 2026.
Heru merinci bahwa dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI. Anggaran tersebut mencakup biaya pembongkaran struktur beton tiang monorel hingga perbaikan jalan dan trotoar di sepanjang kawasan tersebut.
Ilustrasi tiang monoreal Jakarta. Foto: Istimewa.
Saat ini, fokus utama Dinas Bina Marga adalah merapikan Jalan Rasuna Said sisi Timur. Jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar di sisi tersebut akan ditata ulang agar sejajar dan serupa dengan tampilan di sisi Barat yang sudah lebih dulu selesai dikerjakan.
“Sisi timurnya masih terkendala adanya tiang monorel. Makanya, akan kita rapikan jalannya yang Jalan Rasuna Said sisi Timur; jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar akan kita tata. Nantinya hilang (pemisahnya). Sama seperti di sisi barat-nya,” jelas Heru.
Setelah tiang-tiang beton tersebut dihilangkan, pembatas antara jalur cepat dan jalur lambat akan ditiadakan. Hasil akhirnya, koridor tersebut akan memiliki satu jalur khusus Bus TransJakarta dan tiga jalur kendaraan reguler yang menyatu.
“Jadi kalau mau lihat jadinya seperti apa, lihat ke jalan di sebelahnya (sisi Barat),” pungkas Heru.



