Connie Rahakundini: Penanganan Terorisme Tak Boleh Jadi Tugas Harian TNI

kompas.com
17 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat militer, Connie Rahakundini, menilai rencana pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam penanggulangan terorisme harus menjadi instrumen luar biasa atau alat terakhir, bukan instrumen rutin.

“Pelibatan TNI dalam kontra terorisme harus menjadi instrumen luar biasa, jadi bukan instrumen biasa, harus menjadi instrumen luar biasa,” kata Connie saat dihubungi Kompas.com, Jumat (9/1/2026).

Connie justru mengkhawatirkan risiko yang besar bakal muncul bila TNI dijadikan instrumen rutin mengatasi terorisme.

“Artinya, dia tidak boleh jadi fungsi harian negara atau fungsi harian TNI,” jelas dia.

Baca juga: Connie Rahakundini Sebut Ada Risiko Serius Jika TNI Tangani Terorisme

Risiko yang dia maksud bila TNI bertugas rutin menangani terorisme adalah terdistorsinya fungsi pertahanan negara dan relasi sipil-militer yang akan kembali seperti di masa lalu.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=TNI, militerisme, Connie Rahakundini, TNI tangani terorisme&post-url=aHR0cHM6Ly9uYXNpb25hbC5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wOS8xNjA2MTE3MS9jb25uaWUtcmFoYWt1bmRpbmktcGVuYW5nYW5hbi10ZXJvcmlzbWUtdGFrLWJvbGVoLWphZGktdHVnYXMtaGFyaWFuLXRuaQ==&q=Connie Rahakundini: Penanganan Terorisme Tak Boleh Jadi Tugas Harian TNI§ion=Nasional' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

Guru Besar Hubungan Internasional Saint Petersburg State University Rusia itu menekankan bahwa pelibatan TNI harus berbasis ancaman nyata, bukan asumsi.

Negara seyogianya harus memastikan kondisi objektif di lapangan terlebih dahulu.

“Kondisinya apa? Mesti tahu tuh. Objective condition-nya seperti apa? Sehingga kemudian misalnya, ‘Oh ternyata polisi atau aparat penegak hukum, tidak lagi memadai kapasitasnya’,” ucap dia.

Baca juga: Aturan TNI Atasi Terorisme Dikritik, Legislator: Tak Ada Salahnya Publik Cegah Kebijakan Keliru

Ia menambahkan, jika TNI dilibatkan, maka sifatnya harus ad hoc atau sementara dengan batas waktu yang jelas dan mandat yang tegas.

Pelibatan tersebut juga harus ditetapkan secara formal.

“Misalnya, harus ditetapkan kasusnya apa, mandat waktunya berapa lama, kemudian kapan dia diakhiri. Dan itu harus formal. Ketika situasi normal atau sudah kembali ke domain penegakan hukum, ya sudah, di situ harus berakhir (keterlibatan TNI),” tegasnya.

Selain itu, Connie menekankan pentingnya keputusan tertulis dan eksplisit dari negara.

Sebab, negara tidak boleh menyerahkan pelibatan TNI hanya pada diskresi operasional semata.

“Siapa yang memutuskan pelibatan TNI? Indikatornya apa? Mekanismenya apa? Gitu lho. Jadi enggak boleh hanya diskresi operasional semata terus ya sudah, anytime aja di-deploy gitu,” ucapnya.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } } Perlu pengawasan sipil

Connie juga menyoroti pentingnya komando sipil dan pengawasan aktif dari sipil, khususnya oleh DPR. Ia menilai DPR seharusnya terlibat sejak awal, bukan hanya mengevaluasi setelah operasi selesai.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
HUT Ke-53 PDIP Digelar di Ancol, Sekjen: Rakernas Bahas Sikap Politik hingga Geopolitik
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Profil Maulina Novryliani, Asisten Pelatih Timnas Wanita Indonesia
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
4 Pemain Timnas Indonesia yang Diisukan Masuk Daftar Belanja Persija Jakarta, Nomor Tiga Kasih Kode Keras
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Hakim Tolak Penangguhan Penahanan Delpedro Marhaen dkk, Sidang Kasus Dugaan Penghasutan Tetap Lanjut
• 23 jam lalumerahputih.com
thumb
Pencarian Korban Tenggelam Kapal Putri Sakina Ditutup, Satu WN Spanyol Dinyatakan Hilang
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.