Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis, 8 Januari waktu setempat, kembali mengancam akan menyerang Iran dengan sangat keras jika otoritas negara itu mulai membunuh orang-orang yang melakukan aksi unjuk rasa.
Ancaman tersebut disampaikan Donald Trump dalam wawancara dengan sebuah stasiun radio konservatif ketika menanggapi situasi kerusuhan di Iran.
Trump mengatakan, "Saya telah memberi tahu mereka bahwa jika mereka mulai membunuh orang-orang ... kami akan menyerang mereka dengan sangat keras," ujarnya dalam wawancara tersebut.
Trump bersama sejumlah pejabat senior Amerika Serikat dalam beberapa kesempatan terakhir juga memperingatkan bahwa Washington akan bertindak jika Iran membunuh pengunjuk rasa damai.
Pada Rabu, 7 Januari, Kementerian Luar Negeri Iran mengecam pernyataan pemerintahan Trump terkait kerusuhan terbaru di negara tersebut.
Kementerian Luar Negeri Iran menilai pernyataan Amerika Serikat sebagai pernyataan intervensionis dan menyesatkan yang mencerminkan permusuhan Washington yang berkelanjutan terhadap rakyat Iran.
Dalam pernyataan resminya, kementerian menyebut komentar Amerika Serikat mengenai urusan dalam negeri Iran sebagai bagian dari kebijakan lama berupa tekanan dan campur tangan alih-alih kepedulian yang tulus terhadap kesejahteraan rakyat Iran.



