PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta melakukan langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran SuperFlu. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melaksanakan vaksinasi di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, hingga saat ini belum ditemukan kasus SuperFlu di Jakarta. Namun, pihaknya sudah mulai melakukan pencegahan agar penyakit yang disebabkan virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade K itu tidak menyebar.
"Jadi intinya begini, sampai hari ini Jakarta belum ada pasien yang super flu sampai hari ini. Baik itu data yang dimiliki oleh kami maupun data yang dimiliki oleh Kementerian Kesehatan," kata dia kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (9/1).
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Namun, vaksinasi itu masih bersifat berbayar. Artinya, hanya warga yang membayar yang bisa mendapatkan vaksin tersebut.
"Maka saya sudah sampaikan kepada Ibu Kepala Dinas untuk masyarakat yang apa ingin vaksinasi ya dipersilakan. Memang seperti yang dijelaskan tadi ada yang harus bayar," kata dia.
Kendati demikian, Pramono mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait pencegahan SuperFlu. Ia menilai, penyakit itu tidak seperti covid-19.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, tidak ada vaksin khusus untuk mencegah SuperFlu. Menurut dia, vaksin yang saat ini diberikan adalah vaksin influenza.
"Vaksin influenza ini sudah lama ada dan bisa diberikan, tapi memang dia belum vaksin program. Jadi artinya belum vaksin program, masih berbayar gitu," kata dia.
Ia mengatakan, masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin itu bisa mendatangi faskes yang ada di Jakarta, termasuk RSUD. Menurut dia, para petugas sudah disiapkan untuk melakukan vaksinasi kepada masyarakat. (Far/P-3)




