Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim bauran energi baru terbarukan (EBT) sektor kelistrikan mencapai 16,3% per akhir 2025.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan capaian tersebut telah melampaui target dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN).
“Kalau khusus di ketenagalistrikan, itu [bauran EBT] tercapai 16,3%. Itu di atas RUKN yang hanya menargetkan 15,9%,” ujar Eniya di Jakarta, Kamis (8/1/2026) sore.
Sementara itu, capaian bauran EBT dalam program transisi energi atau secara keseluruhan mencapai 15,75% per akhir 2025.
Capaian tersebut ditandai oleh rekor penambahan kapasitas pembangkit EBT terbesar selama lima tahun terakhir hingga menyentuh angka 15.630 MW.
Secara terperinci, kapasitas tersebut didominasi oleh Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang menyumbang sebesar 7.587 MW, disusul bioenergi sebesar 3.148 MW, dan panas bumi sebesar 2.744 MW.
Baca Juga
- Bauran EBT Hanya Bertambah 1,1% pada 2025, Ini Penjelasan Bahlil
- SUN Energy Perluas Penetrasi Bisnis EBT di Indonesia
- Dari BlackRock hingga Google, Deretan Korporasi Jumbo Investasi di EBT
Selain itu, kontribusi dari sumber energi lain juga terus berkembang, di antaranya tenaga surya sebesar 1.494 MW, gasifikasi batu bara sebesar 450 MW, angin sebesar 152 MW, pemanfaatan sampah sebesar 36 MW, serta sumber lainnya sebanyak 18 MW.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan penambahan kapasitas pembangkit listrik EBT tahun lalu cukup besar. Namun, terdapat tambahan 7 gigawatt (GW) pembangkit dari gas dan batu bara.
“Sebenarnya penambahan EBT kita ini cukup besar di 2025, tetapi kalau dikonversi menjadi persentase, karena ada penambahan 7 GW dari gas dan batu bara, maka persentasenya menjadi turun,” kata Bahlil dalam konferensi pers.
Bahlil menegaskan bahwa capaian ini diraih di tengah tantangan global yang tidak menentu.
“Sesungguhnya saya mau sampaikan bahwa tahun 2025 ini adalah tahun yang penuh cobaan dan dinamika. Ada suka duka yang cukup luar biasa. Namun, bagi kami, setiap ada tantangan justru di situlah harus ada kehadiran kita dalam rangka menunjukkan apa yang menjadi target dari Bapak Presiden,” ungkapnya.
Pemerintah berharap peningkatan kapasitas yang signifikan ini dapat menjadi fondasi kuat untuk mempercepat pencapaian target bauran energi nasional di masa mendatang.



