Bandung jadi Primadona Wisatawan, Pemkot Siapkan Solusi Parkir dan Sampah

metrotvnews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Bandung: Kota Bandung kembali menjadi destinasi primadona wisatawan saat libur panjang. Lonjakan kunjungan ini memberi dampak positif bagi perekonomian daerah, namun di sisi lain memunculkan sejumlah persoalan krusial, mulai dari kemacetan, parkir, hingga pengelolaan sampah.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Pemerintah Kota Bandung telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi dampak libur panjang tersebut. Menurutnya, terdapat empat isu utama yang menjadi perhatian, dengan kemacetan dan parkir sebagai persoalan paling menonjol karena saling berkaitan.

“Kemacetan paling dahsyat itu terjadi di pintu-pintu masuk Kota Bandung, baik dari utara, selatan, maupun timur. Begitu masuk kota sebenarnya relatif lancar, tapi masalahnya adalah parkir,” ujar Farhan di Pendopo Kota Bandung, Jumat, 9 Januari 2026.


Jalan Braga, Bandung

Farhan menjelaskan, keterbatasan lahan parkir membuat kendaraan wisatawan kerap memanfaatkan badan jalan. Kondisi tersebut memicu maraknya parkir liar yang berujung pada kemacetan, terutama di kawasan wisata.

Ia menilai, upaya penertiban parkir liar yang selama ini dilakukan belum memberikan efek jangka panjang. “Operasi parkir liar itu seperti ngusir nyamuk, diusir sebentar, tidak lama datang lagi,” kata Farhan.

Sebagai solusi jangka menengah, Pemkot Bandung menargetkan pembangunan fasilitas park and ride dalam dua tahun ke depan. Fasilitas tersebut direncanakan tersebar di sekitar 17 ruas jalan utama yang menjadi tujuan wisata.


Taman Film. 

Selain itu, Pemkot Bandung juga membuka peluang investasi di sektor perparkiran. Potensi ekonomi dari sektor tersebut diperkirakan mencapai Rp80 miliar per tahun.

Tak hanya persoalan lalu lintas, Farhan juga menyoroti ancaman krisis sampah yang kembali menghantui Kota Bandung. Ia mengungkapkan kekhawatiran terjadinya krisis sampah ketiga dalam setahun terakhir, yang diperkirakan terjadi pada pertengahan Januari 2026.

“Kami sekarang sedang deg-degan. Kalau hitungan normal, pada 12 Januari bisa terjadi krisis sampah lagi,” sahut Farhan.

Baca Juga :

Farhan Optimistis Tahun 2026 Persoalan Sampah di Kota Bandung Tuntas
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemkot Bandung menyiapkan pola pengelolaan sampah yang lebih terfokus pada wilayah permukiman. Pendekatan kewilayahan diharapkan mampu menekan beban di titik-titik pengolahan sampah dan mencegah penumpukan volume sampah selama libur panjang.

“Saya berharap pendekatan kewilayahan ini bisa mengurangi tekanan dan mencegah penumpukan sampah,” pungkas Farhan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Penjualan BMW Turun 4,1 Persen Imbas Lesunya Permintaan di AS dan China
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Akhirnya, Yaqut Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Kuota Haji 2024: Stafnya Juga Kena!
• 17 jam laludisway.id
thumb
Realisasi produksi perikanan di Kota Cirebon lampaui target 2025
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
General Motors (GM) Berpotensi Rugi USD6 Miliar Imbas Pengurangan Investasi Mobil Listrik
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Danantara Serah Terimakan 600 Unit Huntara, WIKA Dukung Pemulihan Aceh Tamiang
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.