Liputan6.com, Jakarta - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengambil langkah strategis dalam pengelolaan sampah dengan menjalin kerja sama bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk melakukan pemilahan sampah secara mandiri.
Kebijakan ini ditempuh sebagai respons atas meningkatnya volume sampah perkotaan serta keterbatasan kapasitas pengangkutan dan pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat.
Advertisement
Pemkot Mataram menilai pengelolaan sampah tidak lagi dapat sepenuhnya bertumpu pada sistem kumpul-angkut-buang, melainkan perlu dilakukan sejak dari sumbernya.
Melalui keterlibatan SPPG MBG, yang setiap harinya menghasilkan sampah dari aktivitas layanan pemenuhan gizi, pemerintah daerah mendorong perubahan pola pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Mataram, Salikin, mengatakan kerja sama tersebut bertujuan menekan volume sampah yang harus diangkut ke TPA.
"Karena itu, kami sudah minta sekitar 48 SPPG MBG di Kota Mataram untuk mengolah sampah organik dan anorganik secara mandiri," kata Salikin, melansir Antara, Jumat (9/1/2026).
Dia menjelaskan, upaya tersebut ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pada sistem pengangkutan sampah serta meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di tingkat penghasil.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/3308240/original/077509200_1606401810-injection-5722329_1920.jpg)
