Sinkhole Berair Biru di Limapuluh Kota jadi Wisata Dadakan, Warga Ambil Air untuk Obat

rctiplus.com
13 jam lalu
Cover Berita

LIMAPULUH KOTA, iNews.id – Fenomena lubang raksasa atau sinkhole di area persawahan Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, kini menjadi wisata dadakan. Terlebih, lubang raksasa itu kini mengeluarkan air jernih berwarna biru. 

Tidak sedikit warga yang datang nekat mengambil air dari lubang tersebut karena percaya akan khasiat air itu untuk obat. Sejak viral di media sosial, puluhan hingga ratusan warga dari dalam dan luar daerah rela menyusuri pematang sawah di bawah terik matahari demi mencapai bibir sinkhole. 

Pantauan di lapangan menunjukkan warga tidak hanya berswafoto, namun juga membawa wadah untuk mengambil air dari dasar lubang.

“Kami penasaran karena viral. Katanya airnya bisa buat kesehatan, jadi saya coba ambil sedikit," ujar Upik, salah seorang warga asal Payakumbuh, Jumat (9/1/2026).

Namun, otoritas kesehatan dan perangkat nagari menegaskan bahwa klaim khasiat air tersebut sama sekali belum teruji secara medis maupun ilmiah, sehingga warga diminta untuk berhati-hati mengonsumsinya.

Wali Jorong Tepi, Salmi, mengakui adanya peningkatan kunjungan warga sejak fenomena ini mencuat. Meski membawa keramaian, pihak nagari tetap melakukan pengawasan ketat bersama aparat terkait.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sinkhole ini terbentuk akibat kondisi geologi kawasan yang didominasi batuan kapur (karst). Batuan jenis ini mudah larut oleh air, sehingga membentuk rongga besar di bawah tanah yang sewaktu-waktu bisa runtuh.

Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) pun mengeluarkan peringatan keras. "Masyarakat diimbau tidak mendekati bibir lubang. Tanah di sekitar lokasi masih sangat labil dan potensi amblasan susulan sangat tinggi, terutama saat curah hujan meningkat," tegas rilis resmi pakar geologi.

Pemerintah setempat menegaskan bahwa area sinkhole tersebut bukanlah objek wisata melainkan lokasi bencana geologi. Garis pengaman telah dipasang untuk mencegah warga terperosok, namun antusiasme warga yang tinggi seringkali mengabaikan batasan tersebut.

Prioritas utama saat ini adalah keselamatan warga, mengingat rongga di bawah tanah yang belum terdeteksi bisa meluas kapan saja tanpa peringatan.

Original Article


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Peta 4 Besar BRI Super League: Dikeroyok 3 Arsitek Asing, Hendri Susilo Tetap Merendah Sebagai Pelatih Ndeso
• 14 jam lalubola.com
thumb
Ruko Americano, Peluang Investasi Baru di Kawasan Komersial Metland Menteng yang Semakin Tumbuh
• 17 jam lalumediaapakabar.com
thumb
KSOP Labuan Bajo Larang Pelayaran Kapal Wisata di Malam Hari
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pelunasan Bipih Jemaah Reguler lebih Dari 100%, Jemaah Haji Khusus Ditunggu sampai 12 Januari 2026
• 12 menit lalumediaindonesia.com
thumb
Layanan Kereta Api Pilihan Utama, Penumpang Daop 7 Madiun Naik 4,6%
• 11 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.