FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Seekor ular piton berukuran jumbo menggegerkan warga setelah ditemukan berada di dalam saluran air dan masuk ke rumah warga di kawasan permukiman Jalan Galangan Kapal, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Jumat (9/1/2026).
Berdasarkan informasi yang didapatkan fajar.co.id, ular tersebut diperkirakan memiliki panjang mencapai lima meter.
Kasi Operasi Penyelamatan dan Evakuasi Damkar Makassar, Idham K, mengatakan laporan dari warga diterima sejak pagi hari.
Tim rescue langsung dikerahkan untuk melakukan penanganan di lokasi.
“Laporannya itu masuk pukul 06.00 pagi, laporan dari warga bahwasanya ada ular di rumahnya,” ujar Idham saat ditemui di kantornya, Jumat siang.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati ular dengan ukuran yang cukup besar sehingga proses evakuasi membutuhkan tenaga tambahan.
“Tim kami langsung tindak lanjuti. Sampai di sana memang ularnya cukup besar,” katanya.
Karena ukuran ular yang tidak biasa, petugas di lapangan terpaksa meminta bantuan personel lain yang bersiaga di kantor Damkar Makassar.
“Jadi kebetulan tadi yang ke sana ada beberapa orang sampai minta bantuan dulu ke anggota yang stand by di kantor untuk mengevakuasi ularnya,” lanjut Idham.
Ia menyebut, ular tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar lima meter dan sempat masuk ke dalam rumah warga.
“Memang cukup besar, sekitar 5 meteran. Dia masuk. Dia masuk ke rumah warga,” jelasnya.
Berdasarkan kondisi tubuh ular yang terlihat gemuk, Idham menduga hewan tersebut sebelumnya telah memangsa ternak warga.
“Kemungkinan besar (sudah makan ternak warga) karena ceritanya ular itu agak besar. Gemuk dia, sepertinya habis makan dia,” ungkapnya.
Saat ditanya mengenai jenis ular yang dievakuasi, Idham memastikan bahwa ular tersebut merupakan ular piton.
“Untuk jenis ular yang kami evakuasi itu ular potong,” terangnya.
Meski tidak menunjukkan perilaku agresif, proses evakuasi tetap berlangsung cukup sulit karena ukuran tubuh ular yang besar.
“Kalau agresif tidak terlalu, cuma karena tubuhnya yang besar jadi cukup menyusahkan saat kita evakuasi karena tubuhnya besar,” Idham menuturkan.
Setelah berhasil diamankan, ular tersebut sementara dievakuasi oleh tim rescue Damkar Makassar sambil menunggu penanganan lanjutan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
“Jadi hasil evakuasi tadi oleh tim Rescue damkar, kami amankan sementara sambil menunggu dari pihak BKSDA untuk evakuasi selanjutnya,” jelas Idham.
“Nanti tergantung SOP dari BKSDA,” tambahnya.
Idham juga menjelaskan, kemunculan ular ke area permukiman kerap terjadi saat musim hujan karena habitat alaminya terendam air.
“Pada saat musim hujan ini, memang binatang-binatang seperti ular banyak naik ke permukaan. Karena mungkin tempat mereka terendam dengan air,” terangnya.
Ia pun mengimbau warga Kota Makassar agar segera menghubungi Damkar jika menemukan hewan liar atau mengalami situasi darurat terkait binatang.
“Saran kami juga kepada warga Kota Makassar kalau ada binatang buas atau peliharaan mereka yang mengalami terjepit, atau apa, silahkan hubungi kami,” imbaunya.
Selain itu, kebersihan lingkungan rumah juga terbilang penting untuk mencegah binatang buas masuk ke dalam rumah.
“Untuk menghindari binatang buas tidak masuk dalam rumah, kebersihan rumah,” kata Idham.
Idham bilang, ular sering kali muncul di area dapur karena tertarik oleh sisa-sisa makanan.
“Ular itu rata rata muncul di daerah dapur rumah. Itu kan memang banyak sisa-sisa makanan yang menimbulkan bau atau tertarik masuk ke dalam,” tandasnya.
(Muhsin/fajar)


