Jaksa mendakwa mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atau Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim merugikan negara Rp 2,1 triliun terkait pengadaan laptop Chromebook Chrome Device Management (CDM). Kubu Nadiem mengatakan kebijakan pendiri Gojek ini justru menghemat anggaran Rp 1,2 triliun.
“Faktanya, pengadaan Chromebook justru menghemat anggaran negara setidaknya Rp 1,2 triliun, terutama dari lisensi sistem operasi dan pengelolaan perangkat,” dikutip dari laman faktanadiem.org, Jumat (9/1).
Melalui laman itu, kubu Nadiem membeberkan sejumlah pembelaan atas dakwaan jaksa, termasuk soal tuduhan merugikan negara Rp 2,1 triliun.
Kubu Nadiem menjelaskan, pengadaan Chromebook dan CDM justru menekan biaya lisensi sistem operasi alias OS, dan pengelolaan perangkat dalam skala nasional.
Dalam konteks pengadaan perangkat TIK nasional, biaya yang dibutuhkan tidak hanya terbatas pada pembelian perangkat keras seperti laptop. Negara juga harus memperhitungkan biaya lain, seperti lisensi OS dan biaya pengelolaan perangkat secara tersentralisasi atau device management.
Kubu Nadiem menjelaskan struktur biaya Chromebook pada saat pengadaan dilakukan, terdiri dari beberapa elemen utama yang dirancang untuk menekan pengeluaran negara.
Biaya lisensi Chrome OS gratis, karena sudah termasuk dalam harga perangkat. Sedangkan lisensi CDM sekali bayar atau one-time license, yakni US$ 30 per laptop.
Selain itu, tidak ada biaya langganan yang harus diperbarui setiap tahun.
Chromebook juga dilengkapi berbagai aplikasi pembelajaran yang terintegrasi, secara gratis, termasuk Google Workspace dan Google Classroom, dan tanpa biaya lisensi tambahan
Sedangkan perangkat Windows, kata kubu Nadiem, dapat menimbulkan biaya yang lebih besar dan bersifat berulang, antara lain:
- Biaya lisensi OS per perangkat
- Device management berbasis langganan, dengan total biaya pengelolaan perangkat yang dapat mencapai US$ 200 – US$230 untuk tiga tahun
- Biaya lisensi tambahan untuk perangkat lunak pendukung pembelajaran, seperti aplikasi pengolah dokumen dan presentasi
“Dalam skala pengadaan nasional, selisih biaya ini justru menghemat anggaran negara, bukan sebaliknya,” kata kubu Nadiem.
Kubu Nadiem menjelaskan penggunaan Chromebook dalam program pengadaan TIK bukan kebijakan yang merugikan negara, melainkan bagian dari strategi efisiensi biaya dalam pengelolaan TIK skala nasional.
Keunggulan Chromebook Ketimbang Perangkat dengan OS WindowsKubu Nadiem mengatakan penggunaan CDM berperan penting dalam memastikan akuntabilitas, sistem monitoring pemanfaatan, manajemen risiko jangka panjang, dan dapat melindungi murid dari situs porno, judi online dan games.
Kemendikbudristek perlu memastikan bahwa perangkat TIK yang dibeli benar-benar terdistribusi dengan baik dan diterima oleh sekolah. Dalam hal ini, fitur Device Management memungkinkan untuk:
- Pemantauan siapa yang mengaktivasi laptop
- Pelacakan lokasi dan penggunaan perangkat
- Pengumpulan data pemanfaatan secara berkala
Melalui CDM, pemanfaatan laptop dapat dimonitor untuk memastikan penggunaan dilakukan secara bertanggung jawab. Device Management pada Chromebook memungkinkan kontrol jarak jauh oleh Super Admin (PUSDATIN Kemendikbudristek), antara lain:
- Memblokir situs yang tidak relevan (media sosial, game kekerasan, pornografi, iklan tidak bermanfaat)
- Mengatur aplikasi yang boleh diinstal secara terpusat
- Melakukan instalasi aplikasi secara otomatis tanpa harus dilakukan oleh guru satu per satu, sehingga menghemat biaya pelatihan operator di berbagai daerah
- Mematikan akses internet secara terpusat saat pelaksanaan ujian, seperti Asesmen Nasional, untuk mencegah potensi kecurangan bahwa perangkat digunakan murni untuk pembelajaran dan administrasi sekolah, sekaligus mengurangi risiko penyalahgunaan laptop di luar tujuan pendidikan.
“Berkat CDM tidak diperlukan lagi audit fisik ke sekolah, setiap laptop Chromebook di setiap sekolah terekam aktivitas pemanfaatannya secara 'real-time'. Untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia, pengadaan TIK bisa 100% transparan dan akuntabel,” kata kubu Nadiem.




