HUJAN deras dengan intensitas tinggi yang terjadi di beberapa daerah menyebabkan sebuah tebing setinggi 100 meter longsor menutup jalur pendakian sepanjang 100 meter. Kejadian itu terjadi di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) kawah Gunung Papandayan, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut.
Kapolsek Cisurupan Ajun Komisaris Masrokan mengatakan, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa.
"Kami mendapat laporan dari warga pada Kamis (8/1) sekitar pukul 15.30 WIB telah terjadi bencana longsor. laporan tersebut, langsung ditindaklanjuti dan benar sebuah tebing setinggi 100 meter longsor menutup jalur pendakian, tepatnya di kawasan hutan mati Gunung Papandayan berada di Pos 7," katanya, Jumat (9/1).
Ia mengungkapkan, bencana tanah longsor yang membawa tanah dan bebatuan sudah menutup jalur pendakian, tepatnya di hutan mati Gunung Papandayan berada di Pos 7. Namun, langkah yang dilakukan sekarang tengah mengevakuasi tanah dan bebatuan agar tidak menutup jalur pendakian dengan melibatkan dari unsur TNI, Polisi, Petugas KSDA Wilayah V Kabupaten Garut, BPBD, pengelola kawasan TWA, PT Asri Indah Lestari (AIL) dan warga.
"Evakuasi material longsor dilakukannya secara gotong royong melibatkan sekitar 100 orang untuk membuka jalur pendakian yang tertutup. Akan tetapi, selain evakuasi petugas memberikan imbauan supaya pengunjung agar tetap berhati-hati meningkatkan kewaspadaan, serta mematuhi arahan petugas mengingat kondisi alam masih berpotensi terjadi longsor susulan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Aah Saeful Anwar mengatakan, intensitas hujan tinggi yang terjadi sejak beberapa hari ini diduga menyebabkan longsor tersebut.
"Untuk ekskavator tidak bisa masuk lokasi dan evakuasi dilakukan secara manual melibatkan 100 orang agar jalur pendakian bisa kembali dibuka. Kami meminta supaya para pengunjung ke kawasan Papandayan agar meningkatkan kewaspadaaan, karena potensi longsor susulan masih terjadi saat hujan kembali turun," pungkasnya. (AD/E-4)




