Banjarmasin (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk mengurangi curah hujan intensitas tinggi guna meminimalisasi banjir yang masih melanda sejumlah kabupaten/kota di provinsi itu.
Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB Agus Riyanto dikonfirmasi di Banjarmasin, Jumat malam, mengatakan OMC ini dilaksanakan setelah Pemprov Kalsel menerbitkan status siaga darurat dan beberapa kabupaten/kota seperti Balangan telah menetapkan status tanggap darurat.
“Karena pemda di Kalsel sudah menetapkan status siaga darurat dan tanggap darurat, maka OMC menggunakan dana siap pakai. OMC ini kolaborasi BNPB dengan BMKG, Lanud, Angkasa Pura, Airnav, dan pemerintah daerah setempat,” ujar dia.
Agus menjelaskan OMC akan dilaksanakan mulai malam hari ini hingga lima hari ke depan sesuai instruksi penugasan, serta akan dievaluasi dua kali dalam sehari pelaksanaan, atau menyesuaikan sesuai rencana operasional.
“Di posko (Lanud Syamsudin Noor Banjarbaru), akan ada peta operasional yg dilayerkan dengan peta existing wilayah yang masih terjadi genangan banjir,” tuturnya.
Baca juga: BPBD Kota Banjarbaru catat 2.842 warga terdampak banjir
Pada peta itu, kata dia, akan ditandai wilayah mana saja yang diupayakan agar tidak turun hujan untuk sementara waktu.
Agus menyebutkan Tim OMC datang dari Bandara Juanda Surabaya dengan menempuh waktu perjalanan ke Lanud Syamsudin Noor Banjarbaru sekitar 1,5 jam.
“Malam hari ini tim langsung OMC, semoga dengan ikhtiar teknologi OMC ini dapat mereduksi curah hujan dan bahkan bisa clearkan awan untuk percepatan penurunan tinggi muka air di wilayah yang terdampak banjir di Kalsel,” ujarnya.
Agus juga mengimbau masyarakat untuk mentaati informasi atau imbauan petugas apabila ada perintah evakuasi dan tidak percaya pada berita yg belum valid kebenarannya.
Baca juga: Pemkab Pidie tetapkan status transisi darurat bencana ke pemulihan
Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB Agus Riyanto dikonfirmasi di Banjarmasin, Jumat malam, mengatakan OMC ini dilaksanakan setelah Pemprov Kalsel menerbitkan status siaga darurat dan beberapa kabupaten/kota seperti Balangan telah menetapkan status tanggap darurat.
“Karena pemda di Kalsel sudah menetapkan status siaga darurat dan tanggap darurat, maka OMC menggunakan dana siap pakai. OMC ini kolaborasi BNPB dengan BMKG, Lanud, Angkasa Pura, Airnav, dan pemerintah daerah setempat,” ujar dia.
Agus menjelaskan OMC akan dilaksanakan mulai malam hari ini hingga lima hari ke depan sesuai instruksi penugasan, serta akan dievaluasi dua kali dalam sehari pelaksanaan, atau menyesuaikan sesuai rencana operasional.
“Di posko (Lanud Syamsudin Noor Banjarbaru), akan ada peta operasional yg dilayerkan dengan peta existing wilayah yang masih terjadi genangan banjir,” tuturnya.
Baca juga: BPBD Kota Banjarbaru catat 2.842 warga terdampak banjir
Pada peta itu, kata dia, akan ditandai wilayah mana saja yang diupayakan agar tidak turun hujan untuk sementara waktu.
Agus menyebutkan Tim OMC datang dari Bandara Juanda Surabaya dengan menempuh waktu perjalanan ke Lanud Syamsudin Noor Banjarbaru sekitar 1,5 jam.
“Malam hari ini tim langsung OMC, semoga dengan ikhtiar teknologi OMC ini dapat mereduksi curah hujan dan bahkan bisa clearkan awan untuk percepatan penurunan tinggi muka air di wilayah yang terdampak banjir di Kalsel,” ujarnya.
Agus juga mengimbau masyarakat untuk mentaati informasi atau imbauan petugas apabila ada perintah evakuasi dan tidak percaya pada berita yg belum valid kebenarannya.
Baca juga: Pemkab Pidie tetapkan status transisi darurat bencana ke pemulihan





