Jakarta, tvOnenews.com – Persija Jakarta kembali membuat terobosan di luar lapangan hijau. Klub kebanggaan Ibu Kota itu resmi menggandeng PT Anargya Aset Manajemen untuk meluncurkan produk reksa dana pendapatan tetap bertajuk Anargya Persija Supergoal.
Peluncuran produk tersebut berlangsung di kantor Persija, Jakarta, pada Jumat (9/1/2026). Langkah ini menjadi sinyal keseriusan Persija dalam memperluas peran klub tidak hanya sebagai entitas olahraga, tetapi juga bagian dari ekosistem ekonomi kreatif dan finansial.
Kolaborasi ini sekaligus menandai pertemuan dua dunia yang berbeda, yakni industri olahraga profesional dan manajemen investasi. Persija dan Anargya Aset Manajemen berupaya menghadirkan produk keuangan yang dekat dengan masyarakat, khususnya pencinta sepak bola.
Direktur Persija, Mohamad Prapanca, menilai kerja sama ini sebagai langkah strategis jangka panjang. Menurutnya, inovasi semacam ini penting agar klub bisa terus relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan generasi baru.
“Ini adalah bentuk inovasi lintas industri yang kami yakini memiliki dampak positif jangka panjang. Kami ingin menghadirkan produk yang dekat dengan Jakmania dan masyarakat, sekaligus membuka akses investasi yang mudah, terjangkau, dan relevan dengan kebutuhan generasi saat ini,” kata Direktur Persija, Mohamad Prapanca.
Anargya Persija Supergoal dirancang dengan pendekatan inklusif. Sasaran utamanya adalah para penggemar sepak bola yang ingin mulai mengenal dunia investasi tanpa harus menghadapi hambatan modal besar.
Persija melihat basis pendukungnya sebagai komunitas yang kuat dan solid. Dengan pendekatan berbasis komunitas tersebut, literasi keuangan diharapkan bisa tumbuh secara alami dan berkelanjutan.
Reksa dana pendapatan tetap ini juga diharapkan menjadi pintu masuk bagi investor pemula. Skema yang ditawarkan dinilai lebih ramah bagi masyarakat yang baru pertama kali terjun ke pasar modal.
Menariknya, produk ini dapat diakses dengan nilai investasi awal yang sangat terjangkau. Minimum investasi yang ditetapkan hanya Rp10.000, sehingga siapa pun memiliki kesempatan untuk berpartisipasi.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya memperluas partisipasi masyarakat dalam investasi pasar modal. Persija dan Anargya ingin menepis anggapan bahwa investasi hanya untuk kalangan tertentu.

