IATA Pamer Cadangan Batu Bara 301,8 Juta Ton, Target Produksi 2026 Naik 179%!

wartaekonomi.co.id
12 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) memaparkan kepemilikan cadangan batu bara sebesar 301,8 juta ton dan mengajukan kenaikan target produksi 2026 menjadi 7,85 juta ton atau melonjak 179 persen dibandingkan target RKAB 2025. Paparan tersebut disampaikan manajemen dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (9/1/2026), seiring proses pengajuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Presiden Direktur IATA Suryo Eko Hadianto menjelaskan, total cadangan batu bara tersebut tersebar di tiga anak usaha yang seluruhnya beroperasi di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Cadangan terbesar dimiliki PT Arthaco Pertiwi Energi (APE) sebesar 222 juta ton dengan kualitas kalori di kisaran 3.100–3.300 gross as received (GAR).

Selain APE, cadangan batu bara IATA juga berasal dari PT Putra Muba Coal (PMC) sebesar 54,8 juta ton dengan kualitas 2.700–3.547 GAR, serta PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE) sebesar 25 juta ton dengan kualitas 3.151–3.344 GAR. Menurut manajemen, besarnya cadangan tersebut menjadi penopang keberlanjutan operasi tambang dan umur tambang (life of mine) perseroan.

Baca Juga: Bahlil Pangkas Produksi Batu Bara Nasional, IATA Justru Bidik Produksi Naik Dua Kali Lipat di 2026

“Tambang APE ini punya cadangan batu bara sebesar 222 juta ton dengan kualitas berada pada rentang 3.100 GAR sampai 3.300 GAR. Sementara dari sisi pengangkutan batu bara dari front penggalian ke port, jaraknya hanya sekitar 10 kilo. Ini sangat pendek,” ujar Suryo.

Ia menambahkan, keunggulan jarak angkut yang relatif dekat menjadi faktor pendukung efisiensi operasional, terutama di tengah dinamika kebijakan pengawasan RKAB dan tantangan logistik yang dihadapi industri pertambangan.

Sepanjang 2025, IATA mencatat realisasi produksi batu bara siap jual sebesar 3,38 juta ton. Angka tersebut berasal dari realisasi penambangan (coal getting) sebesar 3,559 juta ton atau sekitar 81 persen dari target RKAB 2025 yang ditetapkan sebesar 4,38 juta ton.

“Sementara itu, untuk batu bara siap jual, IATA mencatat realisasi sebesar 3,38 juta ton dari rencana awal 4,2 juta ton,” kata Suryo.

Baca Juga: Produksi Batubara IATA Tembus 3,38 Juta Ton di 2025

Manajemen mencatat realisasi produksi tersebut dicapai di tengah sejumlah tantangan eksternal, termasuk pengawasan ketat terhadap persetujuan RKAB serta faktor cuaca yang memengaruhi aktivitas tambang dan jalur logistik sepanjang 2025.

Memasuki 2026, IATA mengajukan target produksi sebesar 7,85 juta ton dalam RKAB yang diajukan ke Kementerian ESDM. Target tersebut meningkat signifikan dibandingkan target tahun sebelumnya, dengan kontribusi produksi masing-masing berasal dari PMC sebesar 3,7 juta ton, APE sebesar 3 juta ton, dan IBPE sebesar 1,1 juta ton.

Namun demikian, Suryo menegaskan bahwa angka target tersebut masih bersifat indikatif dan menunggu persetujuan pemerintah. “Angka ini masih sangat tentatif atau subject to dari persetujuan Menteri ESDM,” ujarnya.

Untuk menjaga keberlangsungan operasional pada awal 2026, IATA menyatakan telah memperoleh kuota transisi RKAB sebesar 25 persen yang berlaku hingga 31 Maret 2026, sembari menunggu keputusan final atas RKAB tahun berjalan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sherina Selalu Tampil Fresh, Minyak Pohon Teh Jadi Kunci Rambut Berkilau
• 12 jam lalugenpi.co
thumb
Aktivitas Pasar Kuala Simpang Pulih 80 Persen, Kemendag Fokus Jaga Pasokan di Wilayah Bencana
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Akhiri Perseteruan dengan Nikita Mirzani? Fitri Salhuteru Beberkan Hal-hal Ini yang Jadi Alasannya
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Kementerian ESDM Turunkan Ahli Geologi Kaji Sinkhole di Limapuluh Kota
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
MIND ID dan Pertamina Sepakat Sinergi Garap Hilirisasi Batu Bara
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.