Penulis: Riadatussholihah
TVRINews, Kabupaten Lombok Barat
Kebijakan pengembangan pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dinilai perlu diarahkan pada konsep keberlanjutan dan tidak semata-mata mengejar peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.
Pendekatan ini dianggap penting agar sektor pariwisata mampu memberikan dampak jangka panjang bagi perekonomian daerah, sosial budaya, serta kelestarian lingkungan.
Pelaku pariwisata di NTB menilai pengembangan sektor pariwisata sudah saatnya dilakukan secara lebih berkualitas atau “naik kelas”.
Penguatan pariwisata tidak hanya difokuskan pada pembangunan destinasi, tetapi juga pada penguatan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Ketua Dewan Pengurus Daerah Indonesian Tour Leader Moslem Association (ITMA) NTB, Fahrurrozi Gaffar, mengatakan NTB memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi pariwisata berkelas dunia, salah satunya melalui pengembangan pariwisata spiritual.
“Sudah saatnya pariwisata NTB naik kelas menuju destinasi berkelas dunia dengan fokus pada pengembangan pariwisata spiritual sebagai salah satu strategi meningkatkan citra dan daya tarik daerah,” ujar Fahrurrozi Gaffar, Jumat, 9 Januari 2026
Menurutnya, pengembangan pariwisata spiritual perlu didasarkan pada kekayaan budaya dan keberadaan situs-situs keagamaan yang dimiliki NTB.
Ia mengatakan, jika daerah ini memiliki potensi besar karena banyaknya situs lintas agama yang mencerminkan nilai sejarah serta kerukunan antarumat beragama.
“NTB memiliki berbagai situs penting bagi beragam agama, seperti masjid, Pura Lingsar yang menjadi simbol kerukunan umat Hindu dan Islam, serta gereja dan vihara,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan pariwisata spiritual sejalan dengan konsep pariwisata halal dan pariwisata berkelanjutan.
Konsep tersebut dinilai mampu menarik wisatawan yang mencari ketenangan, kedamaian, serta pengalaman wisata yang lebih bermakna.
“Pariwisata spiritual menjadi strategi untuk menonjolkan keunikan daerah dan menarik segmen wisatawan yang memiliki minat khusus pada sejarah, budaya, dan spiritualitas,” jelas Fahrurrozi Gaffar.
Melalui pendekatan pariwisata berbasis keberlanjutan ini, pelaku pariwisata berharap kebijakan pengembangan pariwisata NTB ke depan tidak hanya berorientasi pada kuantitas kunjungan, tetapi juga pada peningkatan kualitas pariwisata yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah.
Editor: Redaktur TVRINews



