Pelaku Pariwisata Dorong Pengembangan Pariwisata NTB Berbasis Keberlanjutan

tvrinews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Riadatussholihah

TVRINews, Kabupaten Lombok Barat

Kebijakan pengembangan pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dinilai perlu diarahkan pada konsep keberlanjutan dan tidak semata-mata mengejar peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. 

Pendekatan ini dianggap penting agar sektor pariwisata mampu memberikan dampak jangka panjang bagi perekonomian daerah, sosial budaya, serta kelestarian lingkungan.

Pelaku pariwisata di NTB menilai pengembangan sektor pariwisata sudah saatnya dilakukan secara lebih berkualitas atau “naik kelas”. 

Penguatan pariwisata tidak hanya difokuskan pada pembangunan destinasi, tetapi juga pada penguatan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Ketua Dewan Pengurus Daerah Indonesian Tour Leader Moslem Association (ITMA) NTB, Fahrurrozi Gaffar, mengatakan NTB memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi pariwisata berkelas dunia, salah satunya melalui pengembangan pariwisata spiritual.

“Sudah saatnya pariwisata NTB naik kelas menuju destinasi berkelas dunia dengan fokus pada pengembangan pariwisata spiritual sebagai salah satu strategi meningkatkan citra dan daya tarik daerah,” ujar Fahrurrozi Gaffar, Jumat, 9 Januari 2026

Menurutnya, pengembangan pariwisata spiritual perlu didasarkan pada kekayaan budaya dan keberadaan situs-situs keagamaan yang dimiliki NTB. 

Ia mengatakan, jika daerah ini memiliki potensi besar karena banyaknya situs lintas agama yang mencerminkan nilai sejarah serta kerukunan antarumat beragama.

“NTB memiliki berbagai situs penting bagi beragam agama, seperti masjid, Pura Lingsar yang menjadi simbol kerukunan umat Hindu dan Islam, serta gereja dan vihara,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan pariwisata spiritual sejalan dengan konsep pariwisata halal dan pariwisata berkelanjutan. 

Konsep tersebut dinilai mampu menarik wisatawan yang mencari ketenangan, kedamaian, serta pengalaman wisata yang lebih bermakna.

“Pariwisata spiritual menjadi strategi untuk menonjolkan keunikan daerah dan menarik segmen wisatawan yang memiliki minat khusus pada sejarah, budaya, dan spiritualitas,” jelas Fahrurrozi Gaffar.

Melalui pendekatan pariwisata berbasis keberlanjutan ini, pelaku pariwisata berharap kebijakan pengembangan pariwisata NTB ke depan tidak hanya berorientasi pada kuantitas kunjungan, tetapi juga pada peningkatan kualitas pariwisata yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Trump: AS akan Dapat Miliaran Bahkan Triliunan Dolar AS dari Penjualan Minyak Venezuela
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
BeauPicks: 5 Facial Wash Korea untuk Kulit Sensitif hingga Berjerawat
• 22 jam lalubeautynesia.id
thumb
Pertamina Gratiskan 654 Ribu Liter BBM dan 1.500 Tabung LPG untuk Operasi Kemanusiaan di Sumatra
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Raih 7 Medali di SEA Games 2025, Atlet Triathlon Martina Ayu Kantongi Bonus Rp3,4 Miliar
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bank Raksasa Ini Lempar Handuk Bisnis Kartu Kredit, Dilego ke Kompetitor
• 19 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.