PBB Kecam Serangan Rusia Bikin 1 Juta Orang di Ukraina Hidup Tanpa Pemanas-Air

detik.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengutuk keras serangan Rusia terhadap infrastruktur sipil di Ukraina. Antonio mengatakan serangan ini telah membuat warga di Ukraina hidup tanpa pemanas dan air.

"Serangan-serangan ini telah mengakibatkan banyak korban sipil dan merampas layanan penting bagi jutaan warga Ukraina, termasuk listrik, pemanas, dan air pada saat kebutuhan kemanusiaan sangat mendesak," kata juru bicara Antonio Guterres, Stephane Dujarric, dalam sebuah pernyataan dilansir kantor berita AFP, Sabtu (10/1/2026).

Baca juga: Rusia Protes, AS Akan Bebaskan 2 Kru Kapal Tanker yang Disita

Antonio melalui jubirnya itu mengatakan serangan terhadap warga dan infrastruktur sipir melanggar hukum internasional. Serangan itu, katanya, tidak dapat dibenarkan dan harus dihentikan.

"Serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil melanggar hukum humaniter internasional. Di mana pun serangan itu terjadi, serangan tersebut tidak dapat diterima, tidak dapat dibenarkan, dan harus segera dihentikan," ujarnya.

Rentetan serangan Rusia terhadap Ukraina kemarin malam telah menyebabkan lebih dari satu juta orang di wilayah Dnipropetrovsk harus hidup tanpa pasokan atau pemanas selama musim dingin, dengan suhu turun di bawah titik beku.

Sama seperti musim dingin sebelumnya, Rusia telah mengintensifkan serangannya terhadap fasilitas-fasilitas energi Ukraina, yang memicu pemadaman pasokan pemanas dan air, dalam apa yang disebut oleh Kyiv dan sekutunya sebagai strategi yang disengaja untuk melemahkan penduduk sipil.

Laporan operator jaringan listrik negara, Ukrenergo, seperti dilansir AFP, Kamis (8/1), menyebut serangan drone Rusia dalam skala besar telah melumpuhkan aliran listrik di wilayah Zaporizhzhia, yang menyebabkan ribuan orang tanpa listrik atau pemanas.

"Pekerjaan perbaikan terus berlanjut di wilayah Dnipropetrovsk untuk memulihkan pasokan pemanas dan air bagi lebih dari satu juta pelanggan," ucap Menteri Restorasi Oleksiy Kuleba dalam pernyataan via media sosial.

Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa serangan Rusia melibatkan 97 drone, dengan 70 drone di antaranya berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara. Namun 27 drone lainnya, sebut Angkatan Udara Ukraina, menghantam berbagai lokasi, yang tidak dijelaskan lebih lanjut.

Kepala otoritas militer di wilayah Dnipropetrovsk, Vladyslav Gaivanenko, mengatakan bahwa infrastruktur energi penting di Dnipropetrovsk mengalami kerusakan akibat serangan Rusia tersebut.

Baca juga: AS Mendadak Kerahkan Banyak Pesawat Militer ke Eropa, Ada Apa?




(whn/whn)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
APBD Riau 2026 Minus Rp1,2 Triliun, Pemprov Riau Bentuk Tim Optimalisasi Pajak Daerah
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Harga Emas Antam Melonjak Hari Ini (10/1), Kembali Tembus Rp2,6 Juta per Gram
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Bekas Menag Yaqut Cholil dan Staf Khususnya Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji  
• 22 jam lalukompas.id
thumb
Beralih ke Digital, Pemohon Adminduk di MPP Siola Surabaya Kian Berkurang
• 23 jam lalurealita.co
thumb
Viral Pengakuan Netizen Ketemu Richard Lee Bareng Cewek Muda, Dugaan Perselingkuhan Mencuat!
• 13 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.