Rights Issue Beres, PANI Siap Genjot Bisnis di 2026

cnbcindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita
Foto: Dok PANI

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pantai Indah Kapuk 2 Tbk (PANI) sukses melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD III) atau rights issue pada 23 Desember lalu. Aksi korporasi ini menjadi salah satu ajang pengumpulan modal terbesar di sepanjang sejarah pasar modal.

Mengutip keterbukaan informasi bursa, Jumat (9/1/2026), dalam aksi ini PANI menerbitan saham baru sebanyak 1.212.524.098 dan berhasil mengumpulkan dana segar sebanyak Rp15,7 triliun.

Adapun dana tersebut digunakan PANI untuk memperkuat modal dan mendanai pertumbuhan bisnis, terutama di area PIK2.


"Aksi korporasi ini berhasil mengumpulkan dana segar Rp 15,7 triliun yang digunakan untuk investasi strategis di 4 anak usaha dan semua beroperasi di kawasan PIK2," ujar manajemen perusahaan.

Diketahui, sebagian besar dana yang diperoleh rencananya akan digunakan perusahaan untuk menambah penyertaan saham di entitas anak usaha, seperti PT Bangun Kosambi Sukses (CBDK), dan untuk menyuntikkan modal ke PT Cahaya Inti Sentosa, PT Karunia Utama Selaras, dan PT Panorama Eka Tunggal.

Rights issue 3 ini penting untuk meningkatkan modal perusahaan dalam ekspansi dan operasional. Lalu peningkatan kepemilikan dengan memberi kesempatan bagi pemegang saham lama untuk mempertahankan persentase kepemilikan mereka.

Baca: Free Float Naik 15,91%, Saham PANI Berpeluang Masuk MSCI?

(dpu/dpu)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wardatina Mawa Mantap Bercerai dari Insanul, Sebut Ogah Dimadu dengan Inara Rusli
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Pandji Pragiwaksono Buka Suara Usai Dilaporkan Atas Dugaan Penistaan Agama
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
3 Daftar Mudik Gratis Lebaran 2026 yang Sudah Dibuka, Pemudik Bersiap!
• 4 jam laludisway.id
thumb
374.839 Pohon Ditanam PNM, Jejak Nyata Hijaukan Negeri di Hari Gerakan Satu Juta Pohon
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Tak Peduli Kena Cancel Culture, Inara Rusli: Opini Publik Bukan Tolak Ukur Hidup
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.