Jakarta, VIVA – Percakapan antara Denny Sumargo dan Inara Rusli saat menjadi bintang tamu di podcast-nya kembali menjadi sorotan. Kali ini, perhatian warganet tertuju pada respons spontan Denny Sumargo saat Inara mengungkap alasan dirinya sama sekali tidak menaruh curiga terhadap status pernikahan Insanul Fahmi sebelum menikah siri. Reaksi Denny yang dinilai blak-blakan itu pun ramai dibahas di media sosial.
Dalam perbincangan tersebut, Inara Rusli secara terbuka menceritakan kronologi kapan dirinya mengetahui fakta bahwa Insanul Fahmi ternyata telah memiliki istri. Pengakuan itu disampaikan setelah Denny Sumargo menggali lebih dalam soal waktu dan situasi yang melatarbelakangi keputusan Inara menjalani pernikahan siri. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!
“Sekarang, kapan kamu tahu dia punya istri?” tanya Densu, dikutip Sabtu 10 Januari 2026.
“Belasan lah. Tanggal belasan Agustus. Agustus menjelang akhir,” jawab Inara.
Inara menegaskan bahwa pengakuan tersebut sama sekali tidak datang sejak awal hubungan. Menurutnya, fakta tentang istri pertama Insanul Fahmi baru disampaikan setelah pernikahan siri berlangsung, tepatnya menjelang akhir Agustus, bukan Oktober seperti yang sempat beredar di publik.
Alasan Inara yang mengaku tak pernah mengecek latar belakang Insanul Fahmi pun langsung disorot Denny Sumargo. Inara menyebut usia Insanul yang masih tergolong muda membuatnya tak berpikir jauh soal kemungkinan sudah menikah dan memiliki anak.
“Karena aku ngeliat dia kan masih muda jadi aku mikirnya kayak nggak mungkin maksudnya dia udah nikah kan umur 26 maksudnya gen Z, nggak mikir aja dia udah nikah udah punya anak ya kan,” tutur Inara.
Pernyataan itulah yang memancing reaksi jujur dari Denny Sumargo. Ia secara terang-terangan mengungkapkan bahwa alasan tersebut sulit dipercaya oleh banyak orang.
“Kayak orang sih nggak percaya lu sepolos itu jujur sih,” timpal Densu memberikan reaksinya.
Meski demikian, Inara Rusli mencoba menjelaskan posisi emosional yang ia rasakan saat itu. Ia menilai banyak orang melihat kasus tersebut dari luar, tanpa memahami kondisi batin yang tengah ia alami. Inara mengaku merasa bahagia karena menemukan sosok yang menerima dirinya beserta anak-anaknya.



