HARIAN FAJAR, BULUKUMBA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulukumba turun langsung menemukan nelayan yang berada di pesisir Pantai Panrang Luhu, Kecamatan Bontobahari, Bulukumba, Jumat, 9 Januari 2026.
Kunjungan tersebut dikomandoi langsung oleh Wakil Ketua II DPRD Bulukumba, Syahruni Haris, Ketua dan Anggota Komisi II DPRD Bulukumba, juga turut hadir Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga serta LSM PATI selaku lembaga yang mebersamai nelayan Panrang Luhu.
DPRD Bulukumba melakukan kunjungan untuk bertemu langsung dengan nelayan, tujuannya agar melihat langsung kondisi yang telah dikeluhkan oleh nelayan Panrang Luhu selama ini.
Wakil ketua III DPRD kabupaten Bulukumba, Syahruni Haris membeberkan bahwa sebelumnya pihaknya telah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD pada Rabu, 7 Januari kemarin bersama LSM PATI dan perwakilan nelayan.
“Kami sudah gelar rapat, sudah menerima keluhan nelayan. Tapi kami ke sini untuk melihat langsung kondisi Panrang Luhu yang menjadi keluhan nelayan,” kata Syahruni dihadapan para nelayan dan pengelola wisata Panrang Luhu.
Syahruni juga menjelaskan, jika kehadirannya di lokasi, guna untuk mencari tahu akar persoalan yang ada, termasuk dugaan pungutan liar, penimbunan pasir, hingga keberadaan pondasi bangunan di bibir oantai. Setelah itu kata dia, pihaknya kembali akan merapatkan untuk mengambil kesimpulan kemudian merekomendasikan kepada Pemerintah terkait solusi yang ditawarkan DPRD.
Secara pribadi kata Ketua Gerindra Bulukumba itu, mengaku memiliki pandangan tegas terhadap bangunan pondasi di bibir pantai. Namun ia menegaskan, sikap tersebut belum bisa disebut sebagai keputusan lembaga.
“Kalau pendapat saya pribadi, pondasi di bibir pantai itu seharusnya dibongkar. Tapi ini belum keputusan. Semua harus melalui mekanisme DPRD, dibahas di Komisi II bersama mitra kerja, bahkan tidak menutup kemungkinan dilakukan rapat lintas komisi.” tegasnya. (fad)





