FAJAR, SURABAYA — Laga debut Bernardo Tavares bersama Persebaya Surabaya langsung dihadapkan pada ujian berat. Menjamu Malut United pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (10/1), pelatih asal Portugal itu menuntut fokus penuh anak asuhnya demi hasil maksimal di kandang.
Tavares secara khusus mewaspadai kekuatan Malut United dalam transisi menyerang cepat serta efektivitas mereka memanfaatkan situasi bola mati. Menurutnya, dua aspek tersebut menjadi senjata utama tim tamu sepanjang putaran pertama kompetisi.
“Saya setuju mereka adalah salah satu tim terbaik di liga dalam transisi menyerang dan juga sangat kuat dalam situasi bola mati,” ujar Tavares dalam konferensi pers jelang pertandingan, Jumat (9/1).
Ia menekankan pentingnya disiplin pemain Persebaya dalam menjaga ruang, terutama di area dekat kotak penalti. Kesalahan kecil, menurut Tavares, bisa langsung dihukum oleh lawan.
“Jika kami memberi terlalu banyak waktu dan ruang, mereka akan mengambil keputusan terbaik. Itu yang harus kami hindari,” tegasnya.
Tavares juga menilai Malut United sebagai tim yang solid secara kolektif, bukan sekadar mengandalkan individu tertentu. Kekuatan mereka terletak pada koneksi antarpemain dan kemampuan menjalankan skema permainan dengan disiplin.
“Mereka bermain sebagai satu kesatuan. Bukan hanya soal tiga atau empat pemain, tetapi 11 pemain yang saling terhubung,” katanya.
Di sisi lain, kapten Persebaya Bruno Moreira mengakui kualitas Malut United, namun menegaskan kesiapan timnya menghadapi tantangan tersebut. Ia menyebut persiapan Persebaya berjalan serius dan fokus, baik secara fisik maupun mental.
“Kami tahu mereka punya pemain berkualitas dan bukan lawan yang mudah. Tapi kami juga punya tim yang bagus dan siap bertarung,” ujar Bruno.
Pemain asal Brasil itu menilai kepercayaan diri dan mental bertanding akan menjadi kunci, terlebih Persebaya tampil di hadapan pendukung sendiri. Dukungan Bonek, kata Bruno, diharapkan menjadi energi tambahan bagi tim.
“Kami percaya pada diri kami sendiri. Bermain di kandang dengan dukungan suporter memberi motivasi lebih untuk menjaga intensitas sepanjang pertandingan,” tuturnya.
Bagi Persebaya, laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin. Ini adalah penanda awal era Bernardo Tavares—era yang langsung dituntut hasil, konsistensi, dan identitas permainan yang jelas.




