Venezuela mulai membebaskan sejumlah tokoh oposisi, aktivis, dan jurnalis ternama dalam langkah yang oleh pejabat pemerintah disebut sebagai upaya untuk "mencari perdamaian." Langkah ini dilakukan kurang dari sepekan setelah pasukan Amerika Serikat (AS) menangkap mantan Presiden Nicolas Maduro, yang menghadapi dakwaan terkait perdagangan narkoba.
Pemerintahan Pejabat Presiden Sementara Delcy Rodrguez membebaskan beberapa tahanan penting, termasuk Enrique Mrquez, yang menentang Maduro dalam pemilihan presiden 2024 yang dipersengketakan, serta pemimpin oposisi Biagio Pilieri, yang merupakan bagian dari tim kampanye presiden 2024 peraih Nobel Perdamaian, Mara Corina Machado.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pembebasan tersebut terjadi atas permintaan Gedung Putih, seraya memuji kepemimpinan transisi Venezuela atas kerja samanya. Namun, jumlah pasti tahanan yang dibebaskan masih belum jelas.
Sementara itu, dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan ia berencana bertemu Machado di Washington pekan depan.
"Saya memahami dia akan datang minggu depan dan saya menantikan untuk menyapanya," kata Trump dalam wawancara yang ditayangkan Kamis malam (8/1).
Dalam konferensi pers setelah militer AS menangkap Maduro dan istrinya lalu membawa mereka ke New York pada akhir pekan lalu, Trump mengatakan Machado "tidak memiliki dukungan maupun rasa hormat yang cukup di dalam negeri" untuk memimpin.
Meski mendapat komentar tersebut dari Trump, Machado tetap memuji langkah yang diambilnya di Venezuela.
"Apa yang telah ia lakukan, seperti yang saya katakan, bersifat bersejarah dan merupakan langkah besar menuju transisi demokrasi," ujarnya.
Machado dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian tahun lalu, sebuah penghargaan yang sebelumnya juga diharapkan Trump untuk ia terima.
Trump akan menjamu eksekutif minyak di Gedung PutihTrump dijadwalkan bertemu para eksekutif perusahaan minyak besar AS pada Jumat (9/1) untuk meminta dukungan mereka terhadap rencananya di Venezuela, yang menurutnya akan menjamin kendali atas sumber daya energi negara tersebut selama bertahun-tahun ke depan.
"Mereka akan membangun kembali seluruh infrastruktur minyak. Mereka akan menginvestasikan setidaknya 100 miliar dolar (sekitar Rp1,67 kuadriliun). Minyak yang mereka miliki luar biasa, baik dari segi kualitas maupun jumlah," kata Trump.
Kepala Exxon Mobil, Chevron, dan ConocoPhillips dilaporkan akan hadir di Gedung Putih. Pada Rabu (7/1), Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan Washington akan mengendalikan industri minyak Venezuela "tanpa batas waktu."
Rodrguez menyatakan bahwa pemerintah sementaranya tetap memegang kendali, sementara perusahaan minyak milik negara hanya mengatakan bahwa mereka sedang bernegosiasi dengan Amerika Serikat terkait penjualan minyak.
Senat AS memilih untuk membatasi aksi militer di VenezuelaSenat Amerika Serikat pada Kamis (8/1) meloloskan tahap awal resolusi yang bertujuan membatasi Trump agar tidak melakukan aksi militer lebih lanjut di Venezuela tanpa persetujuan Kongres atau DPR AS. Lima senator Partai Republik bergabung dengan Demokrat untuk meloloskan resolusi tersebut.
"Partai Republik seharusnya malu terhadap para senator yang baru saja memilih bersama Demokrat untuk mencoba mencabut kewenangan kami dalam berperang dan mempertahankan Amerika Serikat," tulis Trump dalam unggahan di media sosial.
Rancangan tersebut masih harus disetujui oleh Kongres. Jika lolos, Trump diperkirakan akan memveto undang-undang tersebut.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Rahka Susanto
Editor: Yuniman Farid
width="1" height="1" />
(ita/ita)




