Tips Investasi Perak 2026 untuk Pemula agar Untung

bisnis.com
18 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Investasi perak kembali menarik perhatian investor setelah mencatatkan kenaikan sepanjang 2025 dan diprediksi bakal terus naik pada 2026. 

Berdasarkan laporan Deccan Herald yang dikutip pada Sabtu (10/1/2026), harga perak melonjak hingga sekitar 150%, melampaui kinerja emas dan saham. Lonjakan ini didorong oleh keterbatasan pasokan global, meningkatnya permintaan industri mulai dari panel surya, kendaraan listrik, hingga pusat data serta aksi pembelian oleh investor ETF.

Meski begitu, para analis mengingatkan agar investor tetap berhati-hati. Di tengah euforia dan proyeksi imbal hasil tinggi pada 2026, pemahaman dasar dan pendekatan yang tenang menjadi kunci, terutama bagi investor pemula.

Simak 10 tips investasi perak yang bisa menjadi panduan awal: 1. Pahami Alasan Berinvestasi

Langkah pertama bukan langsung membeli perak, melainkan memahami tujuan investasi. Apakah untuk diversifikasi, lindung nilai, atau peluang keuntungan jangka menengah. Kejelasan tujuan akan membantu menghindari keputusan emosional.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });
2. Amati Pergerakan Harga Terlebih Dahulu

Luangkan waktu untuk mengamati harga perak selama beberapa hari atau minggu. Tujuannya bukan menebak harga, melainkan mengenali pola dan volatilitas perak.

3. Tentukan Tingkat Keterlibatan

Investor perlu menentukan apakah ingin memiliki perak secara sederhana atau aktif memantau lewat platform digital. Pilihan ini memengaruhi kenyamanan dan strategi ke depan.

4. Gunakan Dana Dingin

Investasi perak sebaiknya menggunakan dana yang tidak dibutuhkan dalam waktu dekat. Perak bisa berfluktuasi tajam dan membutuhkan kesabaran.

5. Utamakan Kenyamanan

Jika investasi terasa membuat stres, bisa jadi itu bukan pilihan yang tepat. Kenyamanan menjadi faktor penting agar investor tidak terburu-buru menjual saat harga turun.


6. Pilih Satu Instrumen di Awal

Pemula disarankan memilih satu cara investasi terlebih dahulu, misalnya perak fisik atau platform digital. Terlalu banyak instrumen di awal justru bisa membingungkan.


7. Terima Volatilitas Harga

Harga perak tidak bergerak lurus. Naik-turun adalah hal wajar. Investor perlu memahami bahwa fluktuasi merupakan bagian dari perjalanan investasi.


8. Kelola Ekspektasi dan Siapkan Strategi Keluar

Dilansir dari Delor, meski prediksi imbal hasil perak 2026 berada di kisaran 20%–60%, investor perlu realistis. Secara historis, imbal hasil perak jangka panjang berada di kisaran 9–10% per tahun. Perak sebaiknya diposisikan sebagai alokasi taktis, bukan investasi utama, dengan strategi keluar dan target keuntungan yang jelas.


9. Hindari Terlalu Sering Mengecek Harga

Memantau harga secara berlebihan berisiko memicu keputusan emosional. Investasi perak lebih cocok dipantau secara berkala, bukan setiap saat.


10. Terus Belajar dari Pengalaman

Pengalaman langsung sering kali lebih berharga daripada teori. Fokus awal sebaiknya bukan mengejar untung cepat, melainkan membangun pemahaman dan kepercayaan diri. (Angela Keraf)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jadwal Persebaya vs Malut United Hari Ini, Tayang di Mana?
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Video: Industri Tekstil Hampir Tumbang, Pemerintah Pasang Badan
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jelang Duel Persib vs Persija, 5 Pemain Ini Terancam Jalani Laga Perisahan Bersama Maung Bandung
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Puncak Klasemen Super League Jadi Taruhan, Persib Siap Hadang Persija di GBLA
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Menko Pangan Tekankan SPPG Wajib Libatkan UMKM Lokal, Ancaman Evaluasi Jika Gandeng Pemasok Besar
• 8 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.