Trump Ajak Perusahaan AS Investasi $100 Miliar untuk Bangun Kembali Produksi Minyak di Venezuela

suarasurabaya.net
17 jam lalu
Cover Berita

Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) menggelar pertemuan dengan eksekutif dari sejumlah perusahaan minyak terbesar dunia di Gedung Putih pada Jumat (9/1/2026) waktu setempat.

Melansir Reuters, dalam pertemuan itu, Trump mendesak mereka untuk menginvestasikan setidaknya $100 miliar (sekitar Rp1,67 kuadriliun) dalam industri minyak Venezuela yang rusak parah.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi Trump setelah pasukan AS menangkap Nicolás Maduro Presiden Venezuela dalam operasi militer awal Januari lalu.

Trump membuka pertemuan dengan mengatakan bahwa perusahaan energi Amerika akan memiliki kesempatan untuk membangun kembali infrastruktur minyak yang rusak dan meningkatkan produksi ke level yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Ia menyebut kontrol penuh atas sektor minyak Venezuela sebagai salah satu prioritas utama kebijakan luar negerinya untuk negara Amerika Latin itu.

“Kami memiliki kesempatan untuk membangun kembali infrastruktur energi Venezuela yang membusuk dan pada akhirnya meningkatkan produksi minyak ke level yang tak pernah dilihat sebelumnya,” ujar Trump.

Trump menegaskan bahwa investasi yang ditargetkan $100 miliar itu akan berasal dari dana perusahaan minyak, bukan dari anggaran pemerintah AS. Ia juga menekankan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut akan mendapatkan jaminan keamanan total dan perlindungan dari pemerintah AS selama beroperasi di Venezuela.

“Kalian mendapatkan keamanan penuh. Kalian berurusan langsung dengan kami dan sama sekali tidak berurusan dengan Venezuela,” kata Trump kepada para eksekutif.

Rencana ini muncul di tengah upaya AS untuk kembali menguasai pasar minyak Venezuela, termasuk dengan memanfaatkan sampai 30–50 juta barel minyak yang diserahkan kepada AS pasca-operasi penangkapan Maduro.

Trump sebelumnya menyatakan bahwa minyak ini akan dijual di pasar global dan hasilnya dikelola demi kepentingan rakyat AS dan Venezuela.

Tanggapan Industri

Meskipun ada seruan investasi besar, respons dari industri minyak tidak sepenuhnya seragam. Beberapa eksekutif menyatakan kekhawatiran terkait kondisi investasi di Venezuela yang selama ini dinilai tidak stabil secara hukum dan komersial.

Kepala ExxonMobil pernah menyebut Venezuela sebagai negara yang “tidak layak investasi” tanpa reformasi besar di bidang hukum dan infrastruktur. Sementara itu, Chevron disebut melihat potensi untuk meningkatkan produksi minyak di negara itu jika mendapat persetujuan yang tepat.

Trump mengatakan AS akan menentukan sendiri perusahaan mana yang akan diizinkan beroperasi di Venezuela, menegaskan peran pemerintah Amerika dalam pengaturan dan perlindungan investasi tersebut.

Trump juga mengaitkan rencana investasi ini dengan keuntungan bagi konsumen di dalam negeri. Ia memperkirakan bahwa pengembangan sektor minyak Venezuela oleh perusahaan AS bisa berkontribusi menurunkan harga energi di Amerika Serikat dalam jangka panjang.

Namun, analis industri memperingatkan bahwa risiko besar masih membayangi, termasuk ketidakpastian politik, kondisi hukum yang berubah-ubah, dan tantangan ekonomi di Venezuela yang telah lama mengalami penurunan produksi. (bil/iss)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hilang Hampir Seminggu, Wanita Ini Ditemukan Dalam Kondisi Tak Bernyawa
• 4 jam lalurealita.co
thumb
KPK Sebut Ada Biro Haji Belum Kembalikan Uang Terkait Kasus Yaqut
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Menkes Minta Rumah Nakes Terdampak Bencana Dapat Prioritas Rehabilitasi
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Kejutan Gila di Piala FA, Crystal Palace Tersingkir dari Tim Non-Liga Macclesfield FC
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Beredar Video MBG Dikemas di Kantong Plastik, SPPG Beri Klarifikasi
• 17 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.