Integritas, Likuiditas dan Ekonomi Hijau jadi Prioritas Pasar Modal Indonesia pada 2026

liputan6.com
17 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Memasuki tahun perdagangan 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan arah kebijakan strategis yang komprehensif bagi pasar modal Indonesia.

Dalam agenda besar tahun ini, OJK menitikberatkan fokusnya pada tiga pilar fundamental, yakni peningkatan integritas pasar, pendalaman likuiditas perdagangan, serta akselerasi ekonomi hijau melalui penguatan ekosistem Bursa Karbon agar memiliki kredibilitas berstandar internasional.

Advertisement

BACA JUGA: OJK Catat Kinerja Keuangan Syariah Menguat Sepanjang 2025

Penegasan mengenai peta jalan ini disampaikan di hadapan jajaran pejabat Kementerian Keuangan, manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI), Self-Regulatory Organization (SRO), serta anggota DPR RI dalam momentum Seremoni Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2026.

Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas dinamika ekonomi global yang menuntut pasar keuangan domestik untuk tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga memiliki fondasi yang kokoh dan berkelanjutan. 

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmen lembaganya untuk terus merajut sinergitas yang solid antar-pemangku kepentingan. Hal ini dinilai krusial untuk memastikan pasar modal Indonesia mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif. 

Menurut Mahendra, kerja sama lintas sektor tidak bisa ditawar lagi demi menjaga daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Dalam pidatonya, Mahendra menekankan pentingnya peran komite gabungan dalam menjaga ekuilibrium sektor keuangan.

"Sinergi dan kolaborasi Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KSSK) tentu menjadi prioritas utama dalam menjaga stabilitas dan meningkatkan peran sektor keuangan mendorong pertumbuhan perekonomian nasional," ujar Mahendra, dikutip dari Antara, Sabtu (10/1/2026).

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan pasar modal di tahun 2026 akan sangat selaras dengan kebijakan fiskal dan moneter makroekonomi untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi seluruh pelaku pasar.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bisnis Gadai Tumbuh Subur, Transaksi Tembus Rp 125,44 T Setahun
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
BRI Super League: Persita Tangerang Diam-Diam Mengancam Kenyamanan 4 Besar
• 8 jam lalubola.com
thumb
Kemensos Dirikan Dapur Umum dan Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir OKU Timur
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Putranya Masuk Akmil, Dewi Perssik Ikhlas Komunikasi Jadi Terbatas
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
BNPB: Pembangunan 270 Jembatan Bailey Dikebut, Hubungkan Jalan Nasional hingga Desa
• 19 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.