Jakarta, tvOnenews.com - Inara Rusli mengeluh semua usahanya dan Insanul Fahmi untuk berdamai dengan Wardatina Mawa tak digubris.
Ia berharap agar polemik rumah tangga yang terjadi dapat diselesaikan secara damai dan kekeluargaan.
"Sedari awal saya melihat kasus ini atau permasalahan ini, permasalahan internal keluarga sebenarnya. Jadi harusnya bisa diselesaikan secara musyawarah secara kekeluargaan," ujar Inara dalam keterangannya dikutip Sabtu (10/1/2026).
Bahkan menurut Inara, pihaknya dan Insanul sudah mengajukan restorative justice ke Mawa, namun kembali hal tersebut tak mendapatkan tanggapan.
Inara mengaku kebingungan mau menghubungi Mawa kemana. Apalagi ia mengaku semua sosial medianya diblokir oleh Mawa.
"Kita coba untuk berdamai, mengajukan RJ, baik aku dan Insan ke pihak pelapor, saudari M, tapi tidak ada respons baik, begitu. Aku sendiri juga terus terang gak punya kontak saudari M. Akun Instagram aku juga diblok. Jadi mau menunjukkan itikad baik untuk berdamai juga bingung lewat siapa," jelas mantan istri Virgoun itu.
Tak hanya dirinya, Insanul juga diketahui tidak mendapatkan respon dari Mawa.
"Selaku suami sahnya sendiri pun, Insan dalam hal ini juga tidak mendapatkan respons yang baik. Bahkan setiap kali chat, diposting di social media."
"Satu hal yang jelas penginnya semua berjalan secara damai ya. Inginnya hidup tenang-tenang saja. Inginnya berharapnya proses hukum ini bisa berjalan dengan lancar dan damai," ucapnya.
Diketahui, konflik yang terjadi di rumah tangga Inara Rusli, Wardatina Mawa dengan Insanul Fahmi masih berlanjut setelah laporan polisi yang dilayangkan atas dugaan perzinahan.
Wardatina Mawa yang tak terima mengetahui suaminya menikah lagi akhirnya membongkar dugaan perselingkuhan Insanul Fahmi dan Inara Rusli. Ia juga melaporkan keduanya ke Polda Metro Jaya.
Setelah dilaporkan sang istri, Insanul pun muncul dan menyebut sudah menikah siri dengan Inara Rusli.
Permasalahan rumah tangga semakin memanas usai Mawa yang dengan tegas menolak perdamaian.
Disisi lain, Inara Rusli pun tampak memberikan tenggat waktu untuk Insanul mengambil keputusan memilih dirinya atau Mawa.




