RATUSAN kejadian kebencanaan telah terjadi di Kota Cirebon sepanjang tahun lalu. keikutsertaan masyarakat diminta untuk turut serta menjaga lingkungan sekitar mereka.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Cirebon, Andi Wibowo, menjelaskan bahwa sepanjang 2025 lalu pihaknya mencatat ada 156 kejadian bencana. Ada pun bencana yang mendominasi sepanjang 2025 lalu yaitu pohon tumbang dengan 67 kejadian, bangunan ambruk sebanyak 45 kejadian, cuaca ekstrem sebanyak 18 kejadian, banjir 11 kejadian.
Ada pula tanah longsor sebanyak 8 kejadian, kebakaran lahan 3 kejadian, operasi SAR 2 kejadian, serta banjir rob 2 kejadian. “Kejadian bencana sepanjang 2025 di Kota Cirebon didominasi pohon tumbang,” tutur Andi, Jumat (9/1).
Sementara di tahun yang baru ini, lanjut Andi, pihaknya juga berupaya untuk meminimalisir risiko bencana. “Kami telah menyiapkan berbagai langkah, baik structural maupun non structural untuk meminimalkan risiko bencana,” tutur Andi.
Ada pun struktural yang telah dilakukan yaitu bekerja sama dengan BBWS Cimanuk-Cisanggarung melakukan normalisasi sungai dan drainase di sejumlah titik rawan. “Seperti muara Sungai Cipadu dan Sungai Cikalong,” tutur Andi. Sedangkan langkah nonstructural yang dilakukan dengan pemberdayaan masyarakat melalui sosialisasi, edukasi, dan pelatihan kesiapsiagaan. “Kami juga membentuk 12 Kelurahan Tangguh Bencana yang aktif, menyusun rencana kontinjensi, serta mengembangkan sistem peringatan dini,” jelas Andi.
Selanjutnya BPBD Kota Cirebon juga telah menyusun peta risiko bencana dan peta zona bahaya, serta menggelar pelatihan keterampilan bertahan hidup, seperti pertolongan pertama, evakuasi, dan penggunaan peralatan darurat.
Sepanjang 2025, sebanyak 9.789 warga telah mendapatkan edukasi kebencanaan, dua sekolah ditetapkan sebagai Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), serta 25 orang dari unsur masyarakat dilatih menjadi Tim Reaksi Cepat (TRC). “Kota Cirebon telah menetapkan status siaga bencana banjir dan hidrometeorologi sejak Oktober 2025 hingga 30 April 2026,” tutur Andi. (H-2)




