Benjolan kecil di leher atau neck hump (punuk leher) kini semakin sering dialami, terutama di kalangan generasi dengan gaya hidup sedentari (kurang gerak) dan kebiasaan menatap layar gadget terlalu lama.
Banyak orang mengaitkan kondisi ini dengan posisi tidur dan penggunaan bantal, sehingga muncul anggapan bahwa tidur tanpa bantal bisa menjadi solusi.
Namun, menurut Dr Kunal Sood, dokter spesialis Anestesiologi dan Interventional Pain Medicine yang berbasis di Maryland, Amerika Serikat (AS), cara tersebut tidak sepenuhnya efektif.
Melalui unggahan di Instagramnya @doctorsoood, Jumat (8/1/2026), dia menjelaskan bahwa bantal bukan satu-satunya penyebab munculnya neck hump. Karena itu, sekadar menghilangkan bantal saat tidur belum tentu menyelesaikan masalah.
Apa penyebab neck hump?
Dr Sood mengatakan bahwa benjolan di pangkal leher itu terjadi akibat kombinasi beberapa faktor, antara lain postur tubuh, ketidakseimbangan otot, kesejajaran tulang belakang, serta kebiasaan tidur.
“Dalam banyak kasus, kondisi ini berkaitan dengan forward head posture, yaitu posisi kepala yang terlalu maju ke depan dari bahu dalam waktu lama sepanjang hari,” jelasnya seperti dikutip laman Hindustan Times.
Meski bantal berperan, masalahnya bukan semata ada atau tidaknya bantal, melainkan bagaimana bantal memengaruhi posisi leher.
Bantal yang terlalu tebal dapat mendorong kepala terlalu ke depan (fleksi), sedangkan bantal yang terlalu tipis atau tidak menggunakan bantal sama sekali bisa membuat leher terlalu menengadah (ekstensi).
Kedua kondisi ekstrem ini dapat mengganggu lengkungan alami tulang leher (tulang servikal) dan meningkatkan ketegangan di area leher serta punggung atas saat tidur.
“Tujuannya bukan tidur tanpa bantal. Tujuannya adalah mencapai posisi netral,” ujar Dr Sood.
“Kepala, leher, dan tulang belakang harus tetap berada dalam satu garis lurus dan mendapat dukungan, baik saat tidur telentang maupun miring. Tidak ada satu bantal yang sempurna untuk semua orang. Bantal yang tepat adalah yang bisa menjaga leher tetap sejajar.”
Kebiasaan yang lebih efektif mengurangi neck hump
Menurut Dr Sood, kebiasaan sehat di siang hari justru lebih berpengaruh dibandingkan trik saat tidur. Beberapa hal yang disarankan antara lain:
- Mengurangi waktu menunduk menatap layar ponsel atau laptop
- Menguatkan otot punggung bagian atas
- Meregangkan otot dada dan leher yang kaku
- Mengatur posisi meja kerja agar layar sejajar dengan tinggi mata
Dengan memperbaiki postur dan kebiasaan sehari-hari, tekanan pada leher bisa berkurang sehingga risiko terbentuknya neck hump juga menurun. (bil/iss)




