Venezuela Dianggap Kooperatif, Trump Batalkan Serangan Kedua

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana serangan kedua ke Venezuela pada Jumat (9/1). Pembatalan dilakukan lantaran Venezuela dinilai sudah bersikap kooperatif.

Menurut Trump, sikap kooperatif Venezuela ditunjukkan dengan melepaskan sejumlah besar tahanan politik. Ia memandang langkah tersebut sebagai upaya mencari perdamaian.

“Ini adalah tindakan yang sangat penting dan cerdas. AS dan Venezuela bekerja sama dengan baik, terutama dalam hal membangun kembali infrastruktur minyak dan gas mereka dalam bentuk yang jauh lebih besar, lebih baik, dan lebih modern,” kata Trump di Truth Social, seperti dikutip dari AlJazeera.

“Karena kerja sama ini, saya telah membatalkan gelombang serangan kedua yang sebelumnya diperkirakan akan terjadi. Serangan itu tampaknya tidak akan diperlukan. Namun, semua kapal akan tetap berada di tempatnya untuk tujuan keselamatan dan keamanan,” tambahnya dalam unggahan tersebut.

Amerika Serikat pada pekan lalu meluncurkan serangan udara ke Venezuela. Tindakan itu berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya. Keduanya kemudian dibawa ke AS untuk diadili atas kasus penyelundupan narkoba.

Adapun komentar terbaru Trump disampaikan beberapa jam setelah wawancaranya dengan Fox News. Dalam wawancara tersebut, Trump menyebut tokoh oposisi Venezuela, Maria Machado, akan melawat ke Washington pada pekan depan.

Dalam kesempatan yang sama, Trump mengungkap perusahaan minyak AS akan mengucurkan investasi senilai USD 100 juta di sektor minyak Venezuela. Ia bahkan mengaku telah menemui pimpinan perusahaan minyak raksasa AS di Gedung Putih pada Jumat (9/1).

Trump sebelumnya juga melontarkan pernyataan bahwa AS akan menguasai Venezuela setelah Maduro lengser. Bahkan Menteri Energi AS, Chris Wright, menegaskan industri minyak Venezuela akan dikendalikan oleh negaranya tanpa batas waktu.

Sementara itu, dalam wawancara dengan The New York Times pada Rabu (7/10), Trump mengakui AS memiliki hubungan baik dengan pemerintah sementara Venezuela. Saat ini Venezuela dipimpin oleh Delcy Rodríguez, yang merupakan wakil presiden di era Maduro.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Megawati Kritik Keras Pemberian Konsesi yang Picu Bencana Ekologis
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Bangun Pusat Data AI Raksasa, xAI Milik Elon Musk Kucurkan Rp336,9 Triliun
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Polisi Tangkap Pemuda yang Aniaya Kakek-Kakek 62 Tahun di Bandung Hingga Tewas
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kemenhaj Tempa Mental Petugas Haji 2026 Lewat Semi-Militer
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sintya Marisca Pamer Dilamar, Diduga Cuman Gimik Promosi Film
• 15 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.