Viral Promosi Nikah Muda, Ternyata Bisa Berisiko Tingkatkan Kanker Serviks

insertlive.com
17 jam lalu
Cover Berita

Media sosial tengah dihebohkan dengan tren menikah muda. Hal itu viral usai seorang konten kreator berusia 19 tahun mengaku hidup bahagia usai memutuskan untuk menikah muda dengan seorang pria yang lebih tua 10 tahun darinya.

Wanita bernama Azkia Vidiana Putri atau yang lebih dikenal Azkiave itu banyak membuat konten tentang Gen Z yang dinilainya terlalu takut untuk mengambil keputusan menikah di usia muda.

Ia bahkan mengaku putus sekolah di usia 15 tahun dan membangun bisnis usai tidak lagi sekolah. Publik pun langsung mengecam Azkiave karena dinilai mempromosikan pernikahan muda melalui konten-konten yang dibuatnya.

Banyak yang takut konten itu membuat anak-anak muda yang masih labil berani mengambil langkah nekat seperti Azkiave. Terlebih pada usia 19 tahun yang masih masuk ke dalam kategori remaja, rentan mengalami masalah kesehatan mental. Mereka mudah mengidap depresi, rasa cemas berlebihan, bipolar, hingga gangguan makan berdasarkan laporan dari Halodoc.

Bukan hanya pada mental, pernikahan dini atau menikah muda juga bisa memberikan dampak buruk pada kesehatan. Dokter Fedrik Monte Kristo, SpOG spesialis obstetri dan ginekologi menyebut ada banyak risiko yang bisa terjadi karena pernikahan dini salah satunya risiko pada kesehatan seksual.

"Di sisi medis di bagian kandungan, wanita yang menikah muda di bawah 19 tahun akan meningkatkan hubungan seksual yang terlalu dini atau terlalu cepat," ucap dr Fedrik dalam laporan dari detikcom.

Pernikahan dini juga memicu pendarahan terutama pada wanita hamil di usia muda. Kondisi ini bisa terjadi saat kehamilan maupun pascamelahirkan. Dalam ilmu obstetri dan ginekologi, usia yang tepat untuk kehamilan ada di atas 20 tahun.

"Wanita hamil di usia yang ideal saja punya potensi terjadi anemia. Di usia yang lebih muda potensinya sangat tinggi bisa mencapai 60 persen. Hal itu terjadi karena usianya masih terlalu muda dan belum siap untuk hamil, sehingga menyebabkan kondisi anemia," lanjutnya.

Selain itu risiko wanita mengalami kanker serviks juga meningkat. Pasalnya remaja wanita yang secara aktif berhubungan seksual saat organnya belum siap, bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks.

"Dari perspektif lainnya jika remaja putri aktif secara seksual ketika organ mereka belum siap serviks juga berisiko lebih tinggi karena kanker serviks," ucap dr Fedrik.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polda Jatim Tetapkan Tersangka Kasus Pelecehan Santriwati di Bangkalan
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Sumberasih Probolinggo Dilanda Banjir, Ketinggian Air Capai 1 Meter
• 2 jam laludetik.com
thumb
Gagal ke Final Malaysia Open 2026, Jonatan Christie Akui Keunggulan Kunlavut Vitidsarn
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Kim Jong-un Sebut Korut Siap Jadi Sekutu Abadi Rusia
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Demi Buang Sampah, Tangsel Bayar Rp90 Juta per Hari
• 21 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.