Kontribusi Pohon bagi Kehidupan Menurut Pakar Kesehatan

liputan6.com
18 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Peribahasa mengungkapkan 'hutan adalah paru-paru dunia'. Hal ini sejalan dengan peran pohon yang mendominasi isi hutan. Namun, apa sebenarnya fungsi pohon bagi kehidupan? Dan bagaimana pohon berkontribusi untuk bumi?

Pohon memiliki banyak kontribusi bagi seluruh makhluk hidup di bumi. Keberadaannya mencukupi kebutuhan oksigen dan menjadi tempat penyimpanan karbon.

Advertisement

BACA JUGA: Integritas, Likuiditas dan Ekonomi Hijau jadi Prioritas Pasar Modal Indonesia pada 2026

Hal ini sesuai dengan pernyataan Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Ernyasih.

"Bukan hanya menyediakan  oksigen gratis, tapi juga menjadi tempat penyimpanan karbon yang tidak dimiliki oleh makhluk hidup lain di bumi," ujar Ernyasih, dikutip Liputan6.com dari laman resmi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) www.umj.ac.id, Sabtu (10/1/2026).

Lebih lanjut, Ernyasih juga memerinci tentang pentingnya keberadaan dan kontribusi pohon untuk kelangsungan hidup manusia dan alam semesta.

Menurutnya, pohon berperan penting untuk meredam gas rumah kaca yang menjadi penyebab utama pemanasan global dan perubahan iklim.

Pohon akan menyimpan karbon yang menjadi sumber utama penyebab pemanasan global. Zat karbon akan diikat oleh pohon dan disimpan untuk menjadi bahan makanan yang akan diproses dalam fotosintesis.

"Zat karbon dioksida dan oksigen di dalam atmosfer ini semakin seimbang bila sebaran pohon-pohonnya pun rata," katanya.

Selanjutnya, dengan adanya pohon juga dapat menjaga kualitas udara yang dapat berpengaruh pada kesehatan sistem pernapasan.

Ernyasih juga menjelaskan kandungan yang dimiliki oleh pohon pada Ruang Terbuka Hijau (RTH).

"1 ha Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dipenuhi pohon besar akan menghasilkan 0,6 ton oksigen untuk 1500 orang per hari, dan dapat menyerap 2,5 ton karbon dioksida," ucap Ernyasih.

Pohon juga dapat menurunkan suhu udara 5-6⁰C. Inilah alasan mengapa saat berada dekat pohon, kita seringkali merasakan kantuk.

Ia juga berkontribusi dalam meredam kebisingan antara 25-80%, serta mengurangi kekuatan angin sebesar 75-80%. 

Namun, Ernyasih juga menjelaskan dampak apabila banyak pohon yang ditebang.

"Ketika pohon banyak ditebang, maka polusi semakin meningkat sehingga akan mempengaruhi kehidupan manusia terutama pada saluran pernapasan pada seseorang yang memiliki sensitifitas pernapasan seperti asma, dan menimbulkan dampak panjang berupa bronkitis," terang Ernyasih.

"Mereka akan sulit bernapas, sampai pada penelitian terbaru, bahkan banyak kematian akibat polusi udara," tambahnya. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemprov Sumsel dan TNI Kembali Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatra
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Anak Habisi Nyawa Ayah Sendiri, Keluarga Korban Pembunuhan di Bulukumba Menangis Histeris
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Megawati Dorong Politik Berbasis Kearifan Lokal
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mensos Sebut Rp600 Miliar Bansos Pascabencana Sumatera Siap Disalurkan
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
[FULL] Respons Menkeu Purbaya soal Pejabat Pajak Jakarta Utara Kena OTT KPK
• 9 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.