Content Creator Sherly Annavita Ungkap Pola Teror Terkoordinasi Usai Kritik Kebijakan | ROSI

kompas.tv
18 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kreator konten sekaligus aktivis muda, Sherly Annavita, mengungkap adanya pola teror terkoordinasi yang ia alami setelah menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan publik. 

Sherly menegaskan, kritik yang ia sampaikan bukanlah bentuk permusuhan, melainkan wujud kepedulian agar kebijakan publik dapat berjalan lebih baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Menurutnya, bencana di Sumatera menjadi titik awal meningkatnya serangan teror yang ia alami.

Setelah terjun langsung sebagai relawan di Aceh dan kembali ke Jakarta, Sherly mulai membagikan pengalaman kemanusiaannya melalui kolaborasi konten. Dari situlah, ia melihat adanya pola yang tidak wajar.

“Di jam-jam tertentu, jenis pesannya sama. Ada boom hate, boom komentar dengan narasi yang kurang lebih identik,” ujar Sherly.

Ia menilai serangan tersebut tidak terjadi secara spontan, melainkan terorkestrasi. Bagi Sherly, ada satu benang merah yang jelas: pihak di balik teror ini tidak menginginkan masyarakat kompak, memiliki satu suara, dan tercerahkan, terutama kalangan anak muda.

Alih-alih bungkam, Sherly mengaku teror justru mendorongnya bersikap sebaliknya. Ia menyadari, banyak pihak yang memilih diam setelah mengalami intimidasi serupa. Karena itu, pada 30 Desember, Sherly memutuskan untuk berbicara secara terbuka.

Sherly pun mengajak publik, khususnya generasi muda, untuk tidak takut bersuara dan saling menguatkan ketika menghadapi intimidasi.

“Kalau teman-teman mendapatkan perlakuan yang sama, maka speak up,” katanya.

 

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/jeVZMgCs640?si=BI1FL3XpcEbJl76p 

 

#teror #aktivis #contentcreator 

Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini

Sumber : Kompas TV

Tag
  • sherly annavita
  • content creator
  • korban
  • kritik
  • kebijakan publik
Selengkapnya


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gagal ke Final Malaysia Open 2026, Jonatan Christie Akui Kalah Sabar dari Kunlavut Vitidsarn
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Presiden Interim Venezuela Bahas Agresi AS dengan Brasil, Kolombia, dan Spanyol
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Waspada Melaut, Tinggi Gelombang di Selat Makassar Berpotensi hingga 2,5 Meter
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Indro Warkop soal Kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono: Kemunduran Cara Berpikir
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
OTT di Jakut Amankan Pegawai Pajak hingga Pihak Perusahaan Tambang
• 10 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.