Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut pihaknya tidak ingin terburu-buru dalam membangun unit pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini masih menunggu keputusan dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara terkait kontraktor pembangunan PSEL.
“Memang Jakarta ini kan mempunyai kekhususan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 yang membedakan dengan daerah lain, sehingga dengan demikian kami sedang dalam proses itu,” kata Pramono dikutip Sabtu (10/1/2026).
Dia mengungkapkan banyak pihak menginginkan kontraktor bekerja di Jakarta untuk mengelola PSEL.
Namun, politisi PDIP itu menegaskan ingin adanya transparansi dalam proyek tersebut.
“Karena saya juga ingin transparansi saya tidak ingin terburu-buru karena semua orang sekarang ini mintanya kontraktor itu bekerja di Jakarta,” ujarnya.
Pramono menuturkan DKI Jakarta setiap harinya menghasilkan sampah mencapai hampir 8.000 ton.
Di Bantar Gebang sendiri, total sampah yang terkumpul dari Jakarta sudah mencapai 55 juta ton.
“Ini menjadi harta karun bagi semua orang untuk memperebutkan itu. Makanya saya ingin semuanya dilakukan dengan benar, transparan, dan terbuka,” jelas dia.
“Maka untuk itu kami juga sedang menunggu koordinasi dengan Danantara untuk segera diputuskan,” pungkas Pramono. (saa/muu)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468952/original/022364600_1768037801-psim.jpg)

