4 Faktor Utama Pendorong Saham Emiten Nikel Menguat di Awal 2026

mediaindonesia.com
16 jam lalu
Cover Berita

SAHAM emiten nikel mencatatkan penguatan signifikan pada Januari 2026. Kinerja positif tersebut terlihat pada saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), serta saham NCKL dan DKFT yang mengalami lonjakan dalam sepekan terakhir.

ANTM menjadi perhatian investor karena keterlibatannya di sektor hulu dan hilir, khususnya dalam pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik. INCO diapresiasi pasar berkat efisiensi biaya produksi serta kualitas bijih nikel yang tinggi. Sementara itu, NCKL dan DKFT menguat seiring pergerakan harga nikel spot global yang merangkak naik menuju kisaran US$19.000-US$20.000 per ton.

Penguatan saham-saham tersebut didorong oleh empat faktor utama, yaitu:

1. Masalah Administratif RKAB 2026

Keterlambatan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) bagi sejumlah perusahaan tambang nikel menyebabkan terhentinya sementara operasional tambang. Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi kelangkaan pasokan bijih nikel dari Indonesia, yang merupakan pemasok sekitar 50% nikel dunia, sehingga mendorong kenaikan harga nikel dan saham emiten terkait.

2. Kebijakan Pemangkasan Produksi Nasional

Pemerintah melalui Kementerian ESDM memberikan sinyal pengetatan pasokan dengan rencana penetapan kuota produksi bijih nikel sekitar 250 juta ton, lebih rendah dibandingkan target tahun sebelumnya. Pengurangan pasokan dari Indonesia umumnya direspons positif oleh pasar sebagai sentimen bullish.

3. Peresmian Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik (EV)

Tahun 2026 menjadi fase eksekusi hilirisasi, ditandai dengan target peresmian pabrik baterai terintegrasi CATL dan Indonesia Battery Corporation (IBC) atau Proyek Dragon pada semester pertama 2026 di Karawang. Proyek ini memperkuat prospek emiten nikel sebagai bagian dari rantai pasok industri teknologi tinggi.

4. Arus Modal Asing ke Pasar Saham Domestik

Masuknya dana investor asing ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, turut menopang sektor tambang logam. Pada Kamis (8/1/20266, IHSG sempat menembus level psikologis 9.000, dengan sektor metal mining menjadi salah satu tujuan utama aliran dana tersebut. (Analisis pasar & disarikan dari channel Instagram Sat Set Cuan/Z-10)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BNN RI Bongkar Pabrik Tembakau Sintetis di Tangerang, 3 Pelaku Ditangkap
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Kemlu Pastikan Kondisi WNI Aman di Tengah Demo Iran
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Lebih dari 15 Ribu Siswa di Penjuru Negeri Rasakan Manfaat Sekolah Rakyat
• 8 jam laludetik.com
thumb
Bentang Girder di Tol Wiyoto Wiyono Tersambung, Progres LRT Jakarta 89,22 Persen
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kemenhaj Ingatkan PK Haji Khusus Bagian Mekanisme Resmi, Nilai Manfaat Hak Jemaah
• 15 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.