Mobil Seharga Dua Dolar yang Hilang

erabaru.net
17 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Rosen bekerja sebagai pemain saksofon di sebuah klub malam. Penghasilannya tidak tinggi, tetapi dia selalu ceria dan menghadapi segala sesuatu dengan sikap yang optimistis. 

Dia sering berkata: “Matahari terbenam, lalu terbit lagi, kemudian terbenam lagi. Begitulah kehidupan.”

Rosen sangat menyukai mobil. Namun, dengan penghasilannya, membeli mobil jelas mustahil.

Setiap kali berkumpul bersama teman-temannya, dia selalu berkata : “Andai saja aku punya sebuah mobil.”

Matanya selalu memancarkan kerinduan yang mendalam.

Ada yang bercanda kepadanya: “Coba beli lotre saja. Kalau menang, kamu bisa beli mobil!”

Akhirnya, dia pun membeli tiket lotre seharga dua dolar. Seolah-olah Tuhan memberinya keberuntungan, Rosen benar-benar memenangkan hadiah besar hanya dengan tiket dua dolar itu.

Impian Rosen akhirnya terwujud. Dia membeli sebuah mobil dan setiap hari mengendarainya untuk berkeliling. Dia jadi jarang datang ke klub malam. Orang-orang sering melihatnya bersiul riang saat melaju di jalanan yang rindang, dengan mobil yang selalu bersih mengilap tanpa setitik debu.

Namun suatu hari, Rosen memarkir mobilnya di bawah gedung. Setengah jam kemudian, ketika dia turun kembali, mobil itu sudah lenyap—dicuri orang.

Teman-tamannya yang mendengar kabar itu tahu betapa Rosen sangat mencintai mobilnya. Mobil seharga puluhan ribu dolar itu hilang, mereka khawatir dia tak sanggup menerima pukulan tersebut. 

Mereka pun datang untuk menghiburnya :  “Rosen, mobilmu hilang. Jangan terlalu sedih, ya.”

Rosen justru tertawa terbahak-bahak dan berkata: “Hei, kenapa aku harus sedih?”

Teman-temannya saling berpandangan dengan wajah bingung.

Lalu Rosen bertanya: “Kalau salah satu dari kalian tidak sengaja kehilangan dua dolar, apakah kalian akan bersedih?”

“Tentu tidak!” jawab mereka serempak.

“Nah, itu dia,” Rosen tersenyum. “Yang hilang dariku juga cuma dua dolar.”

Renungan / Hikmah Cerita

Bagi kebanyakan orang, kehilangan mobil adalah kerugian besar—menangis pun terasa wajar. Namun tokoh dalam cerita ini melihatnya dari sudut pandang yang berbeda: baginya, harga mobil itu sebenarnya hanya dua dolar, karena hanya sebesar itulah modal yang dia keluarkan.

Mengubah sudut pandang dapat menghadirkan kebahagiaan. Singkirkan emosi negatif dalam hidup, dan milikilah hati yang cukup lapang untuk menampung kegagalan, kekecewaan, serta berbagai masalah yang datang silih berganti.(jhn/yn)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mentan Tindak Tegas Penyelundupan Bawang Ilegal
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
Stok Beras 3,35 Juta Ton, Aman hingga Lebaran
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menkes Apresiasi EMT Muhammadiyah Berstandar WHO dalam Respons Bencana
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Jelang Peresmian Sekolah Rakyat, Gus Ipul: 166 Titik Telah Beroperasi
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Lonjakan Usia Harapan Hidup Global Sejak 1965, Siapa Paling Melaju?
• 56 menit lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.