Bisakah Agen ICE Penembak Warga Minneapolis Dituntut Hukum?

mediaindonesia.com
16 jam lalu
Cover Berita

 

PENEMBAKAN yang menewaskan Renee Nicole Macklin Good, 37 tahun, pada Rabu lalu kini menjadi sorotan tajam publik dan aparat penegak hukum. Peluang pemrosesan hukum terhadap agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) yang menewaskannya dinilai terbuka. 

Namun, hal itu sangat bergantung pada hasil penyelidikan dan detail fakta di lapangan.

Pemerintah federal menyatakan agen tersebut bertindak untuk membela diri ketika melepaskan tembakan saat mobil korban bergerak maju di tengah konfrontasi dengan sejumlah petugas. 

Namun, pernyataan itu langsung dipertanyakan karena menilai tindakan agen ICE tidak dapat dibenarkan dan berpotensi melanggar hukum negara bagian Minnesota.

Proses hukum diperkirakan akan berjalan kompleks. Sebelum pengadilan menilai apakah unsur pidana terpenuhi, penyidik harus lebih dulu mengurai secara rinci kronologi kejadian berdasarkan bukti yang ada, termasuk rekaman video dan keterangan saksi.

Mantan jaksa federal Mark Osler, yang baru saja menyelesaikan masa tugas sebagai wakil jaksa wilayah Hennepin County menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menarik kesimpulan. 

“Sebagai seorang jaksa, saya tahu sangat mudah bagi orang di luar proses untuk membuat penilaian berdasarkan bukti yang terbatas,” ujar Osler dikutip The Hill.

“Namun kita perlu bersabar agar mereka yang melihat gambaran lebih lengkap bisa melakukan evaluasi,” tambahnya.

Jaksa Agung Minnesota Keith Ellison menegaskan tidak ada pihak yang kebal hukum. Dia menyatakan akan menggunakan seluruh kewenangannya jika ditemukan pelanggaran hukum dalam kasus tersebut.

Senada, Jaksa Wilayah Hennepin County Mary Moriarty mengatakan kantornya mendorong keras dilakukannya penyelidikan di tingkat lokal sebagai satu-satunya cara memastikan transparansi dan peninjauan menyeluruh atas insiden itu.

Secara hukum, aparat penegak hukum federal memang memiliki perlindungan khusus ketika menjalankan tugas resmi. Namun perlindungan tersebut tidak bersifat mutlak.

Pengadilan sebelumnya menyatakan bahwa petugas federal tetap dapat dijerat hukum negara bagian apabila melanggar hukum federal atau bertindak di luar batas  dalam menjalankan kewenangannya.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan mobil Good dikepung tiga petugas. Salah seorang di antaranya terdengar berteriak agar korban keluar dari kendaraan. Adapun seorang petugas bertopeng berulang kali menarik gagang pintu sisi pengemudi.

Petugas yang kemudian melepaskan tembakan terlihat mendekati mobil dari arah depan dan mulai mengeluarkan senjata ketika kendaraan berputar untuk pergi.

Tiga tembakan terdengar, dimulai saat petugas berada tepat di depan mobil dan berlanjut ketika kendaraan bergerak ke samping. Setelah terkena tembakan, mobil yang dikendarai Good oleng dan akhirnya menabrak sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan. (Z-10)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Danilson Saores Silva, Pemain yang Dilirik Timnas Cape Verde, Berminat Bela Timnas Indonesia Asuhan John Herdman
• 16 jam lalubola.com
thumb
Jadwal BRI Super League Hari Ini: Persebaya vs Malut United, Madura United Jamu PSIM di Hari Ulang Tahun
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Pertamina dan MIND ID Garap Bareng Proyek Pengganti LPG
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Direvitalisasi, Taman Ayodya dan Langsat Diubah Jadi Taman Bendera Pusaka
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pidato Megawati di Rakernas I PDIP: Menyoal Bencana, Venezuela & Popularitas
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.