Materi Stand Up Pandji Dituding Lecehkan Salat, Muannas: Ormas Islam Kemana?

fajar.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Polemik materi stand up comedy Pandji Pragiwaksono kembali mendapat kecaman dari publik.

Kali ini datang dari Founder Indonesian Cyber, Muannas Alaidid, yang menganggap materi dalam penampilan Pandji telah melewati batas kebebasan berekspresi karena diduga melecehkan agama Islam.

Muannas menyinggung candaan yang menyinggung ibadah salat serta organisasi kemasyarakatan Islam.

Ia mempertanyakan sikap sejumlah pihak yang terkesan diam ketika simbol-simbol agama dijadikan bahan lelucon di ruang publik.

“Salat itu kayanya tiang agama, ormas Islam ke mana, ketika Islam nyata-nyata dilecehkan?,” ujar Muannas di X @muannas_alaidid (10/1/2026).

Ia juga mengingatkan publik terkait rekam jejak Pandji yang sebelumnya menuai kritik usai menyinggung kelompok lain.

Dikatakan Muannas, polemik kali ini jauh lebih serius karena menyentuh ranah keyakinan umat.

“Setelah melecehkan suku toraja, sekarang Pandji Pragiwaksono melecehkan agama Islam,” tegasnya.

Lanjut Muannas, Pandji tidak sekadar melontarkan kritik sosial atau politik, tetapi telah mengajak publik menertawakan praktik ibadah umat Islam di hadapan ribuan penonton.

“Ia mengumpulkan puluhan ribu orang untuk mengajak mereka menertawakan sholat dan ormas Islam,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Muannas menyinggung bahwa salat memiliki kedudukan fundamental dalam ajaran Islam.

Ia menegaskan, ibadah tersebut bukan sekadar ritual, melainkan perintah langsung dari Allah SWT.

“Sholat adalah perintah yang disampaikan langsung oleh Allah swt. tanpa melalui malaikat Jibril,” Muannas menuturkan.

“Dengan melakukan sholat, kita dijauhkan dari perbuatan keji dan munkar. Kelak nanti, Sholat menjadi ibadah yang pertama kali dihisab,” tambahnya.

Kata Muannas, menjadikan salat sebagai bahan satire politik merupakan tindakan yang tidak pantas dan berpotensi melukai perasaan umat Islam.

“Berbagai keutamaan Sholat membuatnya ibadah ini menjadi tiang agama Islam. Kini, Sholat dijadikan bahan lelucon untuk apa? Satire politik,” terangnya.

Ia mempertanyakan logika kebebasan berekspresi yang menurutnya kerap dijadikan pembenaran untuk melanggar batas etika dan nilai keagamaan.

“Apakah pantas agama yang kita jadikan pedoman, dijadikan materi komedi atas dasar kritik Politik?,” timpalnya.

Muannas juga menegaskan bahwa kebebasan berekspresi tidak boleh berdiri tanpa batas, terlebih jika menyangkut agama dan identitas kultural di Indonesia.

“Apakah harus membawa-bawa agama dalam urusan Politik? Apa melecehkan agama dan suku di Indonesia sekarang sudah dianggap sebagai kebebasan berekspresi?,” ucapnya.

Ia pun menyinggung aspek komersial dari pertunjukan tersebut, yang menurutnya tidak bisa dijadikan alasan untuk membenarkan konten yang melukai nilai-nilai keagamaan.

“Tentu semua ada batasannya, tak peduli berapa keuntungan komersil yang dia dapat hasil penjualan tiket dan kontraknya dengan netflix yang mungkin mencapai milyaran,” tegasnya.

Muannas bilang, Pandji telah melampaui batas toleransi publik. Ia bahkan menyerukan sikap tegas jika negara dinilai tidak mengambil peran.

“Kali ini Pandji jelas-jelas telah menjadi bagian orang yang nyata-nyata melewati batas. Kalau negara diam, rakyat pantas saatnya bergerak,” kuncinya.

(Muhsin/fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pandji Dilaporkan ke Polisi, LBH Jakarta Curiga Ada Motif Politis Dibaliknya
• 15 jam laluidntimes.com
thumb
DKI Sepekan, kesulitan air bersih hingga ledakan imbas kebocoran gas
• 45 menit laluantaranews.com
thumb
Presiden Prabowo Salurkan 200 Becak Listrik di Tulungagung, Target 82 Ribu Unit hingga 2028
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Pembangunan Jembatan Pascabencana di Purbatua Dipercepat
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
Presiden Interim Venezuela Bahas Agresi AS dengan Brasil, Kolombia, dan Spanyol
• 11 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.