Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh Positif, Great Institute Tekankan Penguatan Pemerataan

tvrinews.com
23 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Redaksi TVRINews

TVRINews-Jakarta

Great Institute tekankan penguatan ekonomi kerakyatan dan pemerataan di tengah tensi geopolitik global.

Di tengah meningkatnya volatilitas pasar global dan ketegangan geopolitik yang belum mereda, perekonomian Indonesia diprediksi tetap mampu mempertahankan resiliensi dengan pertumbuhan yang stabil.

Dalam laporan Economic Outlook 2026 bertajuk “Melangkah Maju di Tengah Ketidakpastian” yang dirilis di Jakarta pada Sabtu 10 januari 2026, lembaga kajian Great Institute menyoroti posisi Indonesia sebagai "anomali positif". 

Saat kekuatan ekonomi besar dunia berjuang menghadapi perlambatan, Indonesia diproyeksikan masih mampu tumbuh di kisaran 5 persen.

Navigasi di Tengah Turbulensi Geopolitik

Direktur Eksekutif Great Institute, Dr. Sudarto, menjelaskan bahwa ketahanan domestik Indonesia menjadi faktor pembeda di tengah krisis yang melanda berbagai belahan dunia. 

Menurutnya, faktor eksternal seperti krisis China-Taiwan, konflik di Ukraina, hingga ketegangan di Laut China Selatan telah menciptakan fragmentasi perdagangan global yang signifikan.

"Di saat perekonomian dunia masih berada dalam turbulensi, Indonesia masih mampu tumbuh sehat di angka 5 persen," ujar Sudarto dalam konferensi pers tersebut. 

Ia menambahkan bahwa tren proteksionisme dan dampak perubahan iklim turut memperkeruh lanskap ekonomi internasional tahun ini.

Pemerataan Lewat Program Strategis

Laporan tersebut menekankan bahwa stabilitas nasional saat ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari kuatnya permintaan domestik dan implementasi kebijakan strategis. 

Salah satu poin krusial yang diangkat adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah menjangkau lebih dari 53 juta penerima.

Selain fungsi sosialnya, program ini dinilai berperan sebagai stimulus ekonomi yang menggerakkan rantai pasok lokal. Great Institute juga mencatat langkah ambisius pemerintah dalam memperkuat basis ekonomi perdesaan.

"Koperasi Desa Merah Putih akan memberikan sumbangan signifikan bagi perekonomian rakyat. Target 82.000 unit di tahun 2026 adalah upaya nyata memperkuat ekonomi dari akar rumput," kata Sudarto.

Proyeksi dan Harapan ke Depan

Meski lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia tetap menempatkan Indonesia sebagai "titik terang" Asia, Great Institute mengingatkan pentingnya menjaga daya beli masyarakat. 

Sepanjang tahun 2025, konsumsi rumah tangga terbukti menjadi kontributor utama PDB nasional dengan menyumbang lebih dari separuh total pertumbuhan.

Optimalisasi program perlindungan sosial dan penguatan koperasi desa diharapkan menjadi kunci dalam menutup celah ketimpangan ekonomi. 

Dengan kombinasi stabilitas makro dan penguatan ekonomi kerakyatan, Indonesia optimistis dapat menavigasi tantangan global tahun 2026 dengan fondasi yang lebih inklusif.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ganjar Sebut Kebebasan Berekspresi Jadi Sorotan dalam Rakernas PDI-P
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Anti Ribet! Ini Perabot dan Peralatan Wajib untuk Mempermudah Hidup
• 18 menit laluberitajatim.com
thumb
Sejarah Baru, Mentawai Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Porprov 2026
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Jule Diduga Jalan Bareng Jefri Nichol di Bali, Jejak Digital Ungkap Ketertarikan Lama?
• 22 jam lalutabloidbintang.com
thumb
PMI Nonprosedural Rentan Risiko, Menteri P2MI Dorong Migrasi Aman
• 17 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.