Brussel (ANTARA) - Negara-negara anggota Uni Eropa (UE) pada Jumat (9/1) memberikan dukungan sementara bagi perjanjian perdagangan bebas UE-Mercosur dalam mekanisme pemungutan suara mayoritas yang memenuhi syarat (qualified-majority vote/QMV), sehingga membuka jalan bagi blok tersebut untuk menandatangani perjanjian itu secara resmi di Paraguay, demikian menurut sumber-sumber UE.
Prancis, Polandia, Austria, Irlandia, dan Hongaria menentang perjanjian tersebut, sementara Belgia memilih abstain.
Italia memberikan suara mendukung setelah mendorong adanya jaminan tambahan dari Komisi Eropa bagi sektor pertaniannya, sebuah perubahan sikap yang dinilai krusial dalam mengamankan suara mayoritas yang memenuhi syarat.
Perjanjian ini telah memecah belah ibu kota-ibu kota UE selama bertahun-tahun. Para pendukungnya, termasuk Jerman dan Spanyol, berpendapat perjanjian tersebut penting untuk membuka pasar-pasar baru saat Eropa berupaya meredam dampak tarif Amerika Serikat (AS).
Sementara itu, pihak penentang yang dipimpin Prancis, produsen pertanian terbesar di blok tersebut, menilai perjanjian ini berisiko meningkatkan impor daging sapi, unggas, dan gula yang lebih murah serta menekan petani domestik.
Perjanjian ini melibatkan anggota Mercosur, yakni Brasil, Argentina, Uruguay, serta Paraguay, dan akan menciptakan kawasan perdagangan bebas dengan lebih dari 700 juta konsumen. Perundingan telah berlangsung selama lebih dari 25 tahun dan, menurut Komisi Eropa, perjanjian perdagangan terbesar UE hingga saat ini tersebut akan menghapus bea ekspor UE lebih dari 4 miliar euro (1 euro = Rp19.620) per tahun, ANTARA/Xinhua.
Peraturan UE mensyaratkan dukungan dari sedikitnya 15 negara anggota yang mewakili 65 persen populasi blok tersebut.
Hasil pemungutan suara ini dijadwalkan akan diformalkan secara tertulis paling lambat pukul 17.00 waktu Brussel, dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Paraguay untuk menandatangani perjanjian tersebut paling cepat pada 12 Januari.
Perjanjian ini masih memerlukan persetujuan Parlemen Eropa sebelum dapat berlaku.
Prancis, Polandia, Austria, Irlandia, dan Hongaria menentang perjanjian tersebut, sementara Belgia memilih abstain.
Italia memberikan suara mendukung setelah mendorong adanya jaminan tambahan dari Komisi Eropa bagi sektor pertaniannya, sebuah perubahan sikap yang dinilai krusial dalam mengamankan suara mayoritas yang memenuhi syarat.
Perjanjian ini telah memecah belah ibu kota-ibu kota UE selama bertahun-tahun. Para pendukungnya, termasuk Jerman dan Spanyol, berpendapat perjanjian tersebut penting untuk membuka pasar-pasar baru saat Eropa berupaya meredam dampak tarif Amerika Serikat (AS).
Sementara itu, pihak penentang yang dipimpin Prancis, produsen pertanian terbesar di blok tersebut, menilai perjanjian ini berisiko meningkatkan impor daging sapi, unggas, dan gula yang lebih murah serta menekan petani domestik.
Perjanjian ini melibatkan anggota Mercosur, yakni Brasil, Argentina, Uruguay, serta Paraguay, dan akan menciptakan kawasan perdagangan bebas dengan lebih dari 700 juta konsumen. Perundingan telah berlangsung selama lebih dari 25 tahun dan, menurut Komisi Eropa, perjanjian perdagangan terbesar UE hingga saat ini tersebut akan menghapus bea ekspor UE lebih dari 4 miliar euro (1 euro = Rp19.620) per tahun, ANTARA/Xinhua.
Peraturan UE mensyaratkan dukungan dari sedikitnya 15 negara anggota yang mewakili 65 persen populasi blok tersebut.
Hasil pemungutan suara ini dijadwalkan akan diformalkan secara tertulis paling lambat pukul 17.00 waktu Brussel, dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Paraguay untuk menandatangani perjanjian tersebut paling cepat pada 12 Januari.
Perjanjian ini masih memerlukan persetujuan Parlemen Eropa sebelum dapat berlaku.




