GenPI.co - Salju tebal, lapisan es, dan suhu beku melanda sejumlah wilayah Eropa. Hal ini menciptakan kondisi lalu lintas yang sangat berbahaya.
Cuaca ekstrem ini menyebabkan lima orang meninggal dunia di Prancis dan memicu pembatalan ratusan penerbangan di salah satu bandara tersibuk di Eropa.
Di wilayah Landes, Prancis barat daya, pihak berwenang melaporkan tiga korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas.
Sementara itu, dua orang lainnya dilaporkan meninggal di kawasan Ile-de-France di sekitar Paris.
Di wilayah tersebut, hujan salju lebat menyebabkan kemacetan parah, sehingga otoritas setempat memerintahkan kendaraan berat, khususnya truk, untuk menghentikan operasionalnya.
Bagi anak-anak sekolah yang terpaksa diliburkan, kondisi ini menjadi kejutan yang menyenangkan.
Namun, situasi berbeda dirasakan para penumpang pesawat.
Hujan salju deras memaksa penutupan enam bandara di wilayah utara dan barat Prancis.
Di Belanda, salju yang turun hampir di seluruh wilayah membuat Bandara Schiphol Amsterdam menunda sekitar 600 penerbangan.
Petugas berjuang membersihkan landasan pacu dan mencairkan es dari pesawat.
Kombinasi salju dan es juga memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan raya utama.
Di tengah situasi tersebut, Thijs Rademakers (18) memilih menggunakan sepeda untuk beraktivitas.
"Kondisi jalan di Kota Arnhem sangat sulit dan licin. Banyak orang terjatuh," katanya, dilansir AP News, Jumat (9/1).
Di Roma, hujan turun selama berminggu-minggu dan menyebabkan Sungai Tiber meluap.
Hujan tanpa henti yang melanda Roma sejak sebelum Natal membuat Wali Kota Roberto Gualtieri mengeluarkan peraturan yang membatasi akses publik ke taman kota dan area lain yang berisiko terdampak pohon tumbang atau banjir.
Lebih ke utara Italia, salju menyelimuti Kota Bologna dan membawa kegembiraan bagi pemain ski di Pegunungan Dolomites.
Meski demikian, suhu beku diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah utara dan tengah Italia dalam beberapa hari ke depan. (*)
Simak video menarik berikut:





