3 Provinsi di Sumatra Alami Inflasi Tertinggi Usai Dihantam Banjir

idntimes.com
22 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, IDN Times - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, tiga provinsi di Pulau Sumatra mengalami tingkat inflasi yang tinggi pada Desember 2025, usai dihantam banjir dan tanah longsor. Bahkan, Aceh menjadi provinsi dengan tingkat inflasi paling tinggi pada bulan lalu yakni 6,71 persen year on year.

Tito menyebut, sebelumnya Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara tingkat inflasinya tak pernah berada di posisi tertinggi. Biasanya ketiga provinsi itu berada di peringkat tengah.

"Ini data real, Aceh ada di peringkat satu (tingkat inflasi) 6,71 persen. Artinya, harga-harga barang dan jasa di Aceh mahal, terjadi kenaikan. Begitu juga dengan Sumatra Barat mengalami kenaikan," ujar Tito ketika mengikuti rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga soal pemulihan bencana di Aceh, Sabtu (10/1/2026).

Ia menambahkan, biasanya provinsi dari Indonesia Timur yang memuncaki tingkat inflasi tertinggi. Tito memberikan contoh Papua yang biasanya ada di posisi tinggi untuk tingkat inflasi, karena transportasi untuk mendistribusikan logistik ke sana sulit.

Bila dirinci ke bawah, ada empat kabupaten yang berada di lokasi bencana banjir dan tanah longsor yang mengalami lonjakan tingkat inflasi. Keempat kabupaten tersebut yakni Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Pasaman Barat, dan Deli Serdang.

Untuk kota-kota di seluruh Indonesia yang mengalami lonjakan inflasi, mayoritas didominasi kota-kota yang berada di wilayah bencana. Mulai dari Gunungsitoli, Banda Aceh, Sibolga, Lhokseumawe, Padang Sidempuan, Bukit Tinggi, Padang dan Medan. Tito menyoroti inflasi di Kota Gunungsitoli yang menembus angka 10,84 persen year on year pada Desember 2025.

"Oleh sebab itu, kami memohon dukungan satgas dari DPR, terutama kepada Komisi IV DPR," katanya.

Ia kemudian mengusulkan dua hal perlu dilakukan di wilayah-wilayah terdampak bencana yang mengalami lonjakan inflasi. Pertama, meningkatkan pasokan untuk telur ayam ras, daging ayam ras, dan minyak goreng.

"Beras mungkin stoknya cukup tapi distribusi ke daerah-daerah yang sulit itu jadi masalah," tutur dia.

Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan Menteri Pertanian, mran Sulaiman, Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, dan Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto agar menggenjot pasokan komoditas tersebut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Persebaya vs Malut United : Menang 2-1, Bernardo Tavares Puji Kerja Keras Pemain
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Sita Rp100 M Korupsi Kuota Haji, KPK Masih Tunggu Pengembalian Duit dari Travel
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Zodiak yang Punya Hati Lembut dan Peduli dengan Orang Lain
• 17 jam lalubeautynesia.id
thumb
Pebulu tangkis unggulan mendominasi final Malaysia Open 2026
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
BSU Cair, 211.992 Guru dan Tendik Madrasah Non ASN Terima Rp600.000
• 14 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.