Gustavo Petro Presiden Kolombia berencana ke Washington, D.C. untuk bertemu Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS).
Menurut Petro, dialog langsung dengan pemerintahan AS diperlukan untuk mencegah meningkatnya konflik berskala luas yang berisiko memicu perang dunia.
Trump pada Jumat (9/1/2026) mengaku menantikan pertemuan dengan Petro pada pekan pertama Februari di Gedung Putih.
Saat ditanya alasan perjalanannya ke AS untuk bertemu Trump, Petro mengatakan kepada CBS News bahwa tujuannya adalah “untuk menghentikan perang dunia”.
Dilansir dari Antar, pada awal bulan ini, Petro mengatakan bahwa Trump telah menyampaikan kepadanya melalui panggilan telepon pribadi bahwa AS sedang mempertimbangkan kemungkinan melakukan operasi militer berskala penuh terhadap Kolombia.
Menyusul perkembangan terbaru di Venezuela, Petro mengatakan dirinya sangat khawatir bahwa nasib serupa dengan yang dialami Presiden Venezuela Nicolas Maduro dapat menantinya, atau bahkan menimpa “presiden mana pun di dunia”. Namun, Petro menyebutkan bahwa kemungkinan intervensi militer tersebut kemudian “dibekukan”.
Petro juga menyampaikan kekhawatiran terhadap praktik AS yang menggunakan kekuatan untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain.
Ia menyinggung adanya “benturan pandangan” antara undang-undang domestik AS dan hukum internasional. Menurutnya, hukum AS memungkinkan pelaksanaan operasi di luar negeri dengan dalih pemberantasan kejahatan, sementara hukum internasional tidak mengatur tindakan semacam itu.
Pada 3 Januari 2026, AS melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela, menangkap Nicolas Maduro Presiden Venezuela dan istrinya, Cilia Flores, lalu membawa keduanya ke New York.
Trump mengumumkan, Maduro dan Flores akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam “narko-terorisme” serta dianggap menimbulkan ancaman, termasuk bagi AS. (ant/saf/faz)




