PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melepas kepemilikan pusat perbelanjaan Deli Park Mall di Medan, Sumatra Utara, sebagai bagian dari strategi divestasi aset di tengah tekanan kinerja keuangan. Penjualan mall tersebut dilakukan melalui entitas anak terkendali PT Sinar Menara Deli (SMD) kepada PT DPM Assets Indonesia pada 8 Januari 2026.
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen APLN menyatakan transaksi penjualan Deli Park Mall dilakukan untuk memperkuat likuiditas dan mengurangi beban utang perseroan. Sebagian besar dana hasil transaksi akan dibagikan SMD kepada APLN melalui mekanisme dividen, yang selanjutnya digunakan untuk membayar kembali sebagian kewajiban perseroan kepada kreditur.
Manajemen menegaskan transaksi tersebut tidak berdampak negatif terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. Selain itu, transaksi penjualan mall ini bukan merupakan transaksi material maupun transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: Agung Podomoro (APLN) Tuntaskan Penjualan Aset di Medan, Dana untuk Bayar Utang
Penjualan Deli Park Mall menambah daftar pelepasan aset komersial yang dilakukan APLN dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, pada Desember 2025, APLN bersama entitas anak PT Kencana Unggul Sukses menjual seluruh saham PT Karya Pratama Propertindo, pengelola Sofitel Bali Ubud. Saham tersebut dialihkan kepada PT Puri Dibya Property dan PT Hartons Property Development. Manajemen menyebut transaksi itu bertujuan menambah kas dan menekan beban utang.
Langkah divestasi dilakukan di tengah tekanan kinerja keuangan perseroan. Hingga kuartal III-2025, APLN mencatat rugi bersih Rp57,94 miliar, meningkat 40,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan dan pendapatan usaha tercatat Rp2,64 triliun, turun 4,7 persen secara tahunan.
Baca Juga: Lanjutkan Divestasi Aset, APLN Jual Deli Park Mall
Pendapatan berulang APLN dari sektor hotel dan pusat perbelanjaan juga mengalami penurunan menjadi Rp988,8 miliar. Manajemen menyebut penurunan tersebut tidak terlepas dari pelepasan sejumlah aset perhotelan dan pusat belanja dalam beberapa tahun terakhir.
Beban bunga APLN tercatat turun hampir 38 persen menjadi Rp311,37 miliar pada kuartal III-2025. Hingga September 2025, marketing sales perseroan tercatat Rp1,24 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen rumah tapak.



