Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Yayasan Gerakan Sosial Nasional (GSN) menyalurkan 200 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto kepada pengemudi becak lanjut usia di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, sebagai bagian dari program nasional penggantian becak kayuh menjadi becak listrik.
Presiden Becak Listrik Indonesia Nanik Sudaryati Deyang yang hadir langsung dalam penyaluran becak listrik di Tulungagung, Sabtu, mengatakan, saat ini pihaknya fokus penyaluran becak-becak listrik di Kabupaten-kota di Jawa Timur, dan kemudian segera akan dilanjutkan ke Jawa Tengah, DIY, Jawa Barat serta Banten.
"Awal tahun ini kami menargetkan penyaluran 11 ribu unit di Jawa Timur, kemudian akan dilanjutkan ke seluruh kota-kabupaten di Jawa hingga 2028," kata Nanik.
Ia menjelaskan program becak listrik merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan tukang becak, khususnya lansia, agar tetap bisa bekerja tanpa mengandalkan tenaga fisik.
Presiden Prabowo, kata Nanik, juga menginginkan para pengemudi becak memiliki aset sendiri dan lebih berdaya secara ekonomi dengan sarana angkut bertenaga listrik roda tiga tersebut.
Secara nasional, GSN menargetkan penyaluran 82 ribu unit becak listrik di seluruh kabupaten/kota di Pulau Jawa hingga 2028. Hingga saat ini, tepatnya sejak akhir 2024 hingga akhir 2025, GSN telah menyalurkan sekitar 6 rubu unit, dan menargetkan target 11 ribu unit lagi tersalurkan pada tahun ini.
Baca juga: Becak listrik bawa harapan baru para pengayuh becak lansia di Cilacap
"Target kami, penyaluran becak listrik di Pulau Jawa tuntas sebanyak 82 ribu unit pada 2028. Setelah itu, program akan dilanjutkan ke luar Pulau Jawa," ujarnya.
Nanik mengungkapkan Tulungagung memiliki posisi khusus dalam program ini karena menjadi salah satu daerah yang menginspirasi lahirnya gagasan becak listrik.
Presiden Prabowo disebut tergerak setelah mengetahui masih banyak tukang becak lansia di Tulungagung yang harus mengayuh becak secara manual.
"Awalnya kami menyampaikan kepada beliau bahwa di Tulungagung masih banyak lansia menarik becak. Dari situ beliau terharu dan sejak awal 2024, sebelum menjadi Presiden, sudah memesan becak listrik," katanya.
Baca juga: Becak listrik ringankan Cipto setelah empat dekade mengayuh becak
Selain meringankan beban kerja, becak listrik juga diharapkan menjadi aset produktif bagi tukang becak lansia.
Setiap unit becak listrik memiliki nilai sekitar Rp22 juta dan tidak diperbolehkan untuk diperjualbelikan.
Setelah penyaluran di Jawa Timur selesai, GSN akan melanjutkan distribusi ke Jawa Tengah dan Jawa Barat, sebelum akhirnya menyasar daerah di luar Pulau Jawa.
"Keinginan Presiden jelas, tidak ingin lagi ada lansia yang menarik becak dengan tenaga manusia. Becak listrik ini adalah wujud komitmen itu," pungkas Nanik.
Baca juga: Kakek 89 Tahun Dapat Becak Listrik dari Prabowo, Lansia Tetap Berdaya
Baca juga: Lansia 65 tahun akui gembira terbantu becak listrik dari Presiden
Presiden Becak Listrik Indonesia Nanik Sudaryati Deyang yang hadir langsung dalam penyaluran becak listrik di Tulungagung, Sabtu, mengatakan, saat ini pihaknya fokus penyaluran becak-becak listrik di Kabupaten-kota di Jawa Timur, dan kemudian segera akan dilanjutkan ke Jawa Tengah, DIY, Jawa Barat serta Banten.
"Awal tahun ini kami menargetkan penyaluran 11 ribu unit di Jawa Timur, kemudian akan dilanjutkan ke seluruh kota-kabupaten di Jawa hingga 2028," kata Nanik.
Ia menjelaskan program becak listrik merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan tukang becak, khususnya lansia, agar tetap bisa bekerja tanpa mengandalkan tenaga fisik.
Presiden Prabowo, kata Nanik, juga menginginkan para pengemudi becak memiliki aset sendiri dan lebih berdaya secara ekonomi dengan sarana angkut bertenaga listrik roda tiga tersebut.
Secara nasional, GSN menargetkan penyaluran 82 ribu unit becak listrik di seluruh kabupaten/kota di Pulau Jawa hingga 2028. Hingga saat ini, tepatnya sejak akhir 2024 hingga akhir 2025, GSN telah menyalurkan sekitar 6 rubu unit, dan menargetkan target 11 ribu unit lagi tersalurkan pada tahun ini.
Baca juga: Becak listrik bawa harapan baru para pengayuh becak lansia di Cilacap
"Target kami, penyaluran becak listrik di Pulau Jawa tuntas sebanyak 82 ribu unit pada 2028. Setelah itu, program akan dilanjutkan ke luar Pulau Jawa," ujarnya.
Nanik mengungkapkan Tulungagung memiliki posisi khusus dalam program ini karena menjadi salah satu daerah yang menginspirasi lahirnya gagasan becak listrik.
Presiden Prabowo disebut tergerak setelah mengetahui masih banyak tukang becak lansia di Tulungagung yang harus mengayuh becak secara manual.
"Awalnya kami menyampaikan kepada beliau bahwa di Tulungagung masih banyak lansia menarik becak. Dari situ beliau terharu dan sejak awal 2024, sebelum menjadi Presiden, sudah memesan becak listrik," katanya.
Baca juga: Becak listrik ringankan Cipto setelah empat dekade mengayuh becak
Selain meringankan beban kerja, becak listrik juga diharapkan menjadi aset produktif bagi tukang becak lansia.
Setiap unit becak listrik memiliki nilai sekitar Rp22 juta dan tidak diperbolehkan untuk diperjualbelikan.
Setelah penyaluran di Jawa Timur selesai, GSN akan melanjutkan distribusi ke Jawa Tengah dan Jawa Barat, sebelum akhirnya menyasar daerah di luar Pulau Jawa.
"Keinginan Presiden jelas, tidak ingin lagi ada lansia yang menarik becak dengan tenaga manusia. Becak listrik ini adalah wujud komitmen itu," pungkas Nanik.
Baca juga: Kakek 89 Tahun Dapat Becak Listrik dari Prabowo, Lansia Tetap Berdaya
Baca juga: Lansia 65 tahun akui gembira terbantu becak listrik dari Presiden

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468991/original/045752300_1768041012-1002289819.jpg)

