FAJAR, MAKASSAR— Suksesi ketua Ikatan Alumni Teknik Sipil (IKATSI) Unhas, yang akan dilaksanakan kurang lebih sebulan lagi mulai mengkerucutkan beberapa nama yang dianggap potensial menahkodai IKATSI Periode 2026-2030.
Untuk saat ini IKATSI Unhas masih diketuai oleh Ir. H. Hasbi Syamsu Ali yang merupakan Alumni Teknik Sipil Angkatan 1985.
Melihat dinamika pergerakan kealumnian sekarang, dimana Teknik Sipil Unhas telah berumur 65 Tahun, tentunya telah melahirkan ribuan alumni Teknik Sipil dari Angkatan 1960 sampai Angkatan 2021.
Jumlah alumni yang sangat besar ini tentunya merupakan asset dan sumber daya besar yang bisa digunakan dalam mendukung kemegahan fakultas Teknik dan Unhas secara massif.
Di awal Tahun 2026 ini, salah satu alumni Teknik Sipil dari Angkatan 90-an menyatakan kesediaan untuk menjadi ketua IKATSI Periode 2026 – 2030, yakni Ir. Andi Subhan Mustari., ST., M.Eng., IPM., ASEAN Eng.
Ketika dikonfirmasi langsung, Andi Subhan Mustari yang merupakan alumni angkatan 1995 menyatakan siap ikut menjadi Calon Ketua IKATSI Unhas.
Saat ini, Andi Subhan merupakan Tenaga Pengajar di kampus Teknik Unhas dan founder GENG Work, salah satu tempat yang menyediakan ruang kerja sewaan atau biasa disebut Co-working space di Kota Makassar.
Selain itu, ia juga merupakan pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di tingkat Wilayah dan Pusat dan menjabat sebagai Wakil Ketua PII Wilayah Makassar.
Subhan juga tercatat sebagai pendiri Mentorbox.id, sebuah media edukasi mentoring dengan berbasis online melalui media dunia maya seperti whatsapp dan webinar.
Semasa kuliah dulu, Subhan Mustari adalah Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Sipil Fakultas Teknik Unhas (HMS FT-UH) Periode 1998-1999
Salah seorang Alumni Teknik Sipil Unhas Angkatan 2006, Andi Burhamsyah menuturkan jumlah angkatan alumni saat ini mencapai 62 Angkatan.
Maka kata dia, untuk menjaga kebesaran nama alumni Teknik sipil dan bagaimana proses melibatkan semua Angkatan agar IKATSI menjadi milik semua Angkatan, maka sudah seharusnya pemilihan dipilih per Angkatan.
“Apakah nantinya tiap Angkatan memilih 2 atau 3 hak suara, tergantung kepada panitia pemilihan,” tambahnya.
Sementara alumni Teknik Sipil Unhas angkatan 98, Jamal berpendapat bahwa Lembaga atau organisasi kealumnian bukanlah organisasi Kader, jadi tidaklah elok apabila dipaksakan selalu dipilih dengan aklamasi untuk mufakat.
“Proses voting merupakan alternatif untuk memlilih ketua IKATSI apabila terdapat calon lebih dari satu. Proses voting bisa dilaksanakan lewat voting online, atau voting langsung di lokasi Munas IKATSI,” jelasnya.
Jamal juga berpendapat, apabila ditarik benang tengah atau “pocci nya (Bahasa bugis)” dari Angkatan 1960 sampai 2021, maka Angkatan 1990-an lah yang selayaknya melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan IKATSI Unhas.
“Maka dari itu, sudah waktunya periode 2026-2030 ini ketua IKATSI dipilih dari Angkatan 90-an. Di samping itu, ketua-ketua IKA Departemen lain di Teknik Unhas saat ini juga dijabat dari alumni Angkatan 90-an,” tegasnya. .(wis)

