Banjir Putus Jalan Provinsi Penghubung Agam–Limapuluh Kota, Akses Palupuh Lumpuh Total

tvonenews.com
19 jam lalu
Cover Berita

Lubuk Basung, tvOnenews.com — Jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, dengan Koto Tinggi, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, terputus total akibat banjir yang melanda wilayah tersebut, Sabtu (10/1/2026) sore. Putusnya akses ini berdampak langsung pada mobilitas warga serta distribusi logistik antarwilayah.

Badan jalan provinsi tersebut terban di Jorong Tigo Kampung, Nagari Pagadih, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. Material jalan dilaporkan terbawa arus banjir setelah Sungai Batang Pagadih meluap akibat curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan itu sejak Jumat (9/1/2026) hingga Sabtu.

Camat Palupuh, Nong Rianto, mengatakan derasnya aliran sungai membuat badan jalan tidak mampu menahan tekanan air sehingga runtuh dan hanyut terbawa arus. Akibatnya, jalur alternatif Palupuh menuju Koto Tinggi tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Air sungai cukup deras sehingga badan jalan terbawa arus. Saat ini akses tersebut tidak dapat dilalui kendaraan dan terputus total,” kata Nong Rianto saat dikonfirmasi di Lubuk Basung, Sabtu malam.

Ia menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi secara terus-menerus selama dua hari terakhir menjadi pemicu utama banjir dan kerusakan infrastruktur di wilayah tersebut. Kondisi geografis Palupuh yang berbukit dan dilalui aliran sungai memperbesar risiko terjadinya banjir bandang dan terban jalan.

Selain menyebabkan putusnya jalan provinsi, banjir juga merendam satu unit rumah warga di Jorong Pagadih Mudiak, Nagari Pagadih. Rumah tersebut diketahui milik Sahrial. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.

“Untuk sementara, tercatat satu rumah warga terendam banjir. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material masih dalam pendataan,” ujarnya.

Nong Rianto mengungkapkan, kejadian ini memperparah kondisi infrastruktur di wilayah Palupuh yang sebelumnya juga sempat terdampak bencana. Pada akhir November 2025 lalu, jalan alternatif kabupaten di kawasan tersebut tertimbun tanah longsor dan mengalami terban di sejumlah titik akibat hujan lebat.

Akibat longsor tersebut, beberapa jorong di Nagari Pagadih sempat terisolasi karena akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan. Pemerintah Kabupaten Agam kala itu langsung mengerahkan alat berat untuk membersihkan material tanah dan membuka kembali akses lalu lintas.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemenhajtempa petugas haji agar lebih profesional dan berintegritas
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Hutama Karya-WIKA Bangun Gedung CMU RSUP Sardjito di Yogya, Target Rampung 2027
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Usai Operasi Tangkap Tangan, KPK Tetapkan 5 Tersangka, Termasuk Kepala Kantor Pelayanan Pajak
• 3 jam lalufajar.co.id
thumb
Korban Terakhir Speed Boat Tenggelam di Karimun Ditemukan
• 22 jam lalusuara.com
thumb
Sinopsis Drakor Good Partner, Jang Nara Jadi Pengacara Spesialis Cerai yang Diselingkuhi, Simak Daftar Pemain dan Link Nontonnya!
• 21 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.